Cerita Dewasa Janda Nissa | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Janda » Cerita Dewasa Janda Nissa

Cerita Dewasa Janda Nissa

VIMAX Vimax

Cerita Janda Bohay – Janda Nissa, Suatu siang dengan udara yang terik tiba tiba terdengar suar handphoneku berbunyi di dalam tas aku ambil dan terlihat hanya nomer nomer saja aku angkat ,”hallo dengan mas Diki, gimana nih kabarnya lama tak jumpa dan tak ada kabar lagi”

Cerita Sex Janda Nissa

Dia masih nyerocos saja, aku masih bingung dengan orang yang menelpon diriku, aku bingun ingin menebak siapa takut salah” iya kabar baik kalau boleh tau ini dengan siapa?” tanyaku.

“ini aku mas Nissa , yah udah lupa yang nadaku mas Diki”

“Nissaa , Nissaa Nissaa yang aku inga hanya ada satu teman yang bernama Nissa dia adalh janda yang sudah mempunyai anak 2” oyahhh aku ingat mba Nissa kan???

Nissa dulunya adalah istri simpanan temanku saat dia masih berusia 23 tahun, rupanya anaknya dia satu sekolah dengan anakku tapi anaknya dia kakak tingkat untuk tidak menaruh curiga kepada istriku aku hanya bersikap biasa saja, dan dia juga memahami posisiku yang sekarang aku sudah beristri,saat itu aku sedang ada disekolah anakku dengan istriku untuk mengambil raport.

“aku sekajap diam saat dia masih menelponku, lho mas Diki kok diam aja??kata dia lewat telepon.

“heh iya Niss, dari jauh kamu kok terlihat oke hehe , tanyaku. Kebetulan saat itu kami bertemu di sekolahan tapi dengan gaya kami tidak terlalu kenal supaya istriku tidak menaruh curiga terhadapku.

“sekarang kerja dimana mas , apa masih sama seperti yang dulu tempatnya, kapan kapan maen kerumahku mas, ajak Nissa”

“mas tau gak kalau aku sudah cerai dengan suamiku sejak 1 tahun kemarin”

“sebetulnya aku sudah tau cerita ini, karena salah satu keluargaku teman dari suami Nissa”(dalam hatiku)
Dengan obrolan dewasa kami berbicar lewat telepon sedikit ada unsur yang berbau ke sex, hehe “Nissa malah bingung mas kalau diajakin ngobrol kea rah sex soalnya Nissa kalau dirumah juga sudah ada pelampiasan sedangkan mas Diki kan sudah ada dirumah , canda Nissa”

Dengan mengasih alamat rumahnya kapan kapan aku tak maen kerumahmu Niss.

Suatu pagi sebelum berangkat ke kantor aku memakai mobil sendiri , biasanya aku diantar oleh sopir pribadiku, oke aku ingin menuju rumahnya Nissa sebelum menuju ke kantor, cuman mampir sebentar saja gak ada salahnya lagian rute jalan menuju kantor juga serah dengan rumahnya, aku lihat Nissa yang amsih memaki daster keluar rumah dan sedang belanja sayur, sedang mengamati dari kejauhan aku memakirkan mobilku di samping rumahnya dia masih terlihat cantik seperti yang dulu waktu muda, kelihatnnya dia habis mandi soalnya masih ada handuk di kepala dia.

Saat aku turun dari mobil Nissa kaget tidak tahu kalau yang datang adalah aku, wah mas Diki rupanya ayo silahkan masuk kerumah, maaf mas rumah sedikit berantakan karena pembantuku sedang pulang kampung.

Rumah Nissa kecil tapi tertata dengan rapi dan unik, setelah aku duduk di ruang tamunya dia ijin kebelakang untuk menaruh belanjaannya di dapur, sambil menunggu aku melihat koleksi foto foto dia yang terpampang di dinding terlihat foto dari dia muda yang pernah juga menjadi model dan foto yang sekarang, tidak ada yang berbah dari diri dia, tubuh Nissa masih singset dan oke mungkin dia juga hobi senam.

Tak lama Nissas kembali ke ruangan depan sambil membawa minuman untukku , dia melihat aku yang sedang mengamamati fotonya, ‘mas kalau foto ini foto biasa mas , kalau yang bagus bagus aku simpan di kamar pribadiku sendiri, “maksutnnya yang bagus gimana Nis?? Tanyaku. Foto disini juga udah bagus kok.

dan bengong sambil melepas ikatan handuk di kepalanya, benar juga dugaanku saat melepas handuknya dia terlihat cantik saat rambutnya basah apalagi dia menggunakan daster yang menurutku tipis dan menerawang, kadang di balik cahaya aku melihat tubuhnya yang kayaknya tidak memaki BH.

Dan benar saat dia menundukan bahunya saat menyuguhkan minuman di atas meja aku mleihat sedikit gundukan payudaranya yang tak terbungkus oleh BH, seketika membuat penisku tegang, aku mencairakan suasana dengan menanyakan dia “eh tadi belanjanya banyak amat lagian yang beli juga cantik dan sexy” candaku.

Wajah dia sedikit malu dengan memerah pipinya, kemudian tak lama dia bercerita akan kasus yang menimpa dirinya, dimana pernah istri pertama suaminya menghampiri dia dan terjadi keributan di rumahnya, melihat kondisi seperti itu Nissa bercerita sambil mengeluarkan air matanya dia bersedih sebab harus diceraikan oleh suaminya.

Karena melihat kondisi seperti ini aku mengalihkan pembicaraanku dengan menanyakan “eh giman tadi foto foto yang katanya kamu bagus disimpan di kamar”.

“lha mas Diki apa mau lihat”

“kalau diperbolehkan Niss?’

“ya udah yok menuju kekamarku sambil jalan entar mas Diki jangan ketawa ya lihat foto fotoku”

“iya deh”

Kami berjalan menuju kekamarnya, aku dibelakang dia sambil melihat dia berjalan aku melihat dan membayangkan pantatnya yang seksi yang menggoda aku hamper saja tak bisa menahan nafsuku untuk memeluk dia dari belakang, tapi aku tahan karena manjaga image dulu, bau sabunya yang habis mandi menyerungut di hidungku.

Dan sampia di kamarnya di buka pintunya aku melihat foto yang besar kira kira A2 dengan warna monochrome hitam putih siluetnya tubuh Nissa yang telanjang sungguh seni seklai fotonya , aku melihat lama dan di kagetkan dengan nada “gimana mas komentarnya” aku masih diam karena melihat fotonya ada sepuluh kesemuanya bagus bagus.  cerita sex Janda

Bagus sekali fotonya Niss , mempesona coab gimana kalau aslinya pasti lebih eksotis dan wah sekali, tangan Nissa langsung mencubitku dengan lama dia tidak melepaskan cubitannya aku pegang tangannya dan tubuh Nissa yang tak seimbang goyah ingin jatuh aku tarik dia sebelum jatuh dan secara tak sengaja aku memeluk dia karena niatku membantu agar supaya tidak jadi jatuh.

Tubuh Nissa aku peluk dengan wajah yang sudah dekat dengan wajahku dia sangat cantik aku menatap dia cukup lama” mas mau ngapain , lepaskan mas” ronta Nissa karena aku sudah nafsu sejak aku berjalan ke kamaernya aku tetap saja tidak melepaskan pelukanku, langsung aku ciumi dia dan aku lumat bibirnya yang sensual tersebut.

“serrppp serppppp jangan mas mulut Nissa tidak bisa ngomong dengan jelas karena lidahku sudah masuk ke rongga mulutnya, dengan gaya yang meronta dia ingin lepas, tapi apa daya tubuh Nissa yang lemah dia mengikuti saja apa yang aku lakukan terhadapnya tanganku memegang pantatnya yang seksi sedikit aku angkat.

“hmmm massss massss. Sambil menggelangkan kepalanya dia tidak melawan lagi malah dia juga membalas ciumanku lidahnya juga masuk kedalam mulutku aku sambut dengan menyedot nyedot lidahnya, awalnya tanganku yang memegang pantatnya aku lepaskan dan menyingkarkan dasternya naik keatas tanganku sudah masuk kedalam selakangannya yang mana kulit pahanya mulus dan halus, tanganku sudah mengusap ngusap selakangannya dimana memeknya terbungkus denan CD yng tipis.

Tubuh Nissa menggelinjang, dan nafasnya juga cepat dia semakin nafsu tandanya dia menciumi bibirku dengan cepat dan giras, aku hentikan ciumanku ke mulutnya berganti ke bawah menuju payudaranya aku buka celah dasternya tanpa ada penutup BH langsung terlihat pentil atau putting Nissa yang masih berwarna merah.

Kuciumi payudaranya kira kira ukurannya 36 B masih montok tida kendor payudaranya Nissa, aku yang asyk mengulum payudara dan mengusap memeknya ternyata semakin lama semakin basah dia memek Nissa.

“Ouuhhh ouhhh “ Nisa mengerang teruss sayang panggil aku, dia memegang rambutku dan menjambak sedikit dengan cepat aku langsung buka dasternya dan celana dalamnya kemudian Nissa sudah telanjang di hadapanku,

Dengan kasar aku remas payudaranya semakin menggelinjang tubuh Nissa aku kulum payudatanya dari kiri kekanan sebelum mau berganti ke memeknya, aku lanjut turun menuju memeknya Nissa berdiri aku sedikit jongkong untuk meraih memeknya kaki Nisa sedikit terangkat dan menindih pahaku , aku lihat memeknya yang bersih dan tak berbau karena mungkin habis dicukur bulunya.

Aku mencoba menemukan gumpalan kecil di memeknya sering disebut klitoris, aku jilat jilat dan mempermaikan klitorisnya Nissa sudah tak terkendali dia sudah sange berat tangannya juga memegang payudaranya sendiri, sambil sesekali pantatnya bergoyang.

“Assshhhhh ishhhhh desisan Nissa, mas puasin Nissa mas lama tak beginian mas, Nissaaa maasss uhhgg ughhh Nisa mau keluar mas , langsung paha Nissa menyingkap dan mengehempit kepalku yang masih menempel dimemeknya aku sedikit gak bisa nafas kemudian terasa ada cairan yang keluar dari memek Nissa rupanya Nissa sudah mencapai klimaks yang pertama.

Nissa terdiam dan bergetar kakinya, sambil senyum tangan Nissa menyuruhku untuk berdiri dan melepas pakaianku sekarang gentian aku yang telanjang aku disuruh rebahan di kasurnya, “Nissa mau bermain dengan mas Diki sekarang”
Sambil memegang penisku yang berdiri dia mencium kepala penisku, dan mengelum penisku dengan kuat disedot oleh Nissa penisku yang berdiri dimainkan dengan lidahnya yang mengoyang goyang dari buah zakar sampai pangkal penis,

“ouhhh ouhhhh nikmat sekali isapanmu Nissa terusin lebih kencang dan lebih dalam ouhhhhh uhhh uhhhh srepppp sreppp dijilat semua penisku masuk kedalam mulutnya, dia mengasih ludah dan merasa dalam penisku berdenyut denyut nikmat sekali.

“ayoooo jilatin terus sebelum penisku meyerang memekmu Nissa, aku gotong tubuh Nissa dengan gaya enam Sembilan dimana aku masih ingin mempermainkan memeknya dengan lidahku, aku gigit sesekali klitorisnya karena terasa gemas, dia kesakitan sedikit, dia menghentikan hisapannya ke penisku karena dia tidak tahan ingin segera dimasuki dengan penisku.

Kemudian dia berganti posisi langsung membelakangiku dan memegang penisku diarahkan penisku ke dalam lubang memeknya karena sedikit sulit untuk masuk ke memeknya mungkin karena sudah lama dianggurin tidak digunakan jadi rapet memeknya. Dia memaksa sambil menurunkan pinggulnya dan blesss dia merintih kesakitan

“blesss blesss blesss keseluruhan penisku sudah masuk ke memeknya, dengan buas dia menaikan pantatnya naik turun dan menggoyang goyangkan “Ishhhh ahhhh nikmat sekali mas”kata Nissa, sambil mengoyanggkan pinggulnya, aku yang melihat dari belakang uhh juga merasakn nikmat.

Aku juga yang sudah dipenuhi nafsu melihat tubuh Nissa dari belakang aku raih tokeynta dan aku remas remas dari belakang karena posisi duduknya membelakangi aku ketika menunggangi kontolku, kadang aku bangkit mencium punggung dan leher belakangnya sambil meremas teteknya dari belakang dengan gemas. Kedengaran Rita agak kesakitan ketika kuremas kasar teteknya,aku juga menaikkan pinggulku untuk mendapatkan posisi yang enak.

Tak lama “ahhhh aku keluar massss sambil mengocok penisku dengan memekknya “plokkk plokk plokk plokk” dan serasa saat penisku tertancap di dalam ada cairan yang hangat , Nissa berhenti sejenak tapi aku masih horny dan belum mencapai klimaks aku ubah posisi Nissa yang semula duduk diatasku aku pegang tubuh Nissa dan masih tertancap penisku kemudian dengan gaya dogy style.

Aku menggenjot dengan keras dengan tanganku diatas pundaknya wajah Nissa sudah tak berdaya tapi aku masih menggenjot dengan nafsuku,

“ahhh ahhh ahhh terus masss lirih Nissaa yang dalam massssss, aku sesekali menapar pantatnya yang mulus, plakk plakkk supaya Nissa menjadi bergairah lagi, yessss yesssssss tenyata Nissa juga senang dengan gaya ngentot kasarku ini. Bless blesss blessssss…sekarang ganti posisi lagi Nisa aku balikkan badannya dan kakinya aku angkat.
Aku langsung masukkan penisku lagi , blesss blesss toketnya aku remas dengan kasar dengan memainkan putingnya aku hisap putingya juga, “uhhhhrrggg uhrrggg teriak Nissaaaa”

“Nisaaa mau keluar lagi masssss ahhhh uhhh ahhh auuuuuuhhhhhh”

“iya kau juga ingin keluar , yoook kita keluar bersamann agar tercampur cairan kita, dengan gerakan cepatku aku menggenjotnya dan dalam hitungan 2 spermaku keluar crottt crotttt crotttt banyak tertumpah di dalam memek Nissa, kembali Nissa Klimak 3 x.

Kita lemas bersama dan berpelukan menghela nafas, maaf ya Niss aku khilaf melakukan hal ini karena kamu sungguh cantik dan seksi, “iya gak papa mas aku juga senang sekali bisa terpuaskan oleh mas Diki, sebab suamiku yang dulu juga gak bisa seperti ini mas, aku sungguh puas sekali, setelah itu aku berberes menata pakainku dan ingin melanjutkan pergi kekantor, dan kami berjanji jika ada kesempatan lain kami akan mengulangi lagi, dan tunggu kisahku selanjutnya . terimakasih.

salam crot dari www.tempatceritasex.com

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*