Cerita Mesum Skandal Tempat Kost | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Lesbi » Cerita Mesum Skandal Tempat Kost

Cerita Mesum Skandal Tempat Kost

VIMAX Vimax

Cerita Mesum Panas Anak Kost, Cerita Ngentot Tempat Kost, Cerita Dewasa Rumah Kost – Beberapa waktu yang lalu dimana di tempat kos panggil saja Erna salah satu penghuni senior, saat erna sedang membongkar sebuah kerdus ada adik kosnya namanya Santi yang mendekatinya

“mbak boleh aku bantu”

“gak usah dek, Cuma ini saja kok bongkarnya rencananya untuk mempack ulang jajanan ini dek”

“hehe iya mba, maksutku aku mau bantuin mba untuk memakan jajanannya hehe”

Melihat santi senyum ketawa tawa , aku membereskan pakain juga yang ada di kerdus dan memisahkan antara jajanan sama pakaianku yang belum aku masukkan ke lemari, santi mengamati dan mendekatiku sambil memegang megang pakainku untuk di pinggirkannya , saat melipat jaket santi tercengang karena dia melihat beberapa koleksi video pornku yang belum aku simpan.

Cerita Dewasa Skandal Tempat Kost

cerita sex Lesbi 2017, Ngentot Lesbi 2017, Lesbi Mesum 2017, cerita hot Lesbi 2017, cerita Lesbi hot 2017, kumpulan cerita Lesbi hot 2017, cerita x Lesbi 2017, cerita seks Lesbi 2017, cerita Lesbi haus 2017, cerita sex Jilbab 2017, cerita Jilbab terbaru 2017, cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita Jilbab ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata Jilbab ngentot 2017, koleksi cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Sex Skandal Tempat Kost

Santi berdiri menghindar saat kucoba merebut dari tangannya. Santi malah naik ke tempat tidurku, bersandar dan membolak balik gambar di covernya. Biarlah, kupikir Santi juga sudah dewasa. Baru 2 semester berjalan sekolah menengahnya,

Santi sudah termasuk dewasa menurutku. Jika ternyata belum melihat hal2 seperti itu .. ya berarti masih lugu dan poloslah dia. “ mbak Erna punya film begini ? pinjem ya mbak “ katanya bangkit dari tempat tidurku langsung berjalan cepat ke pintu.

“ hati2 menyimpannya. “ seruku sambil melanjutkan unpacking isi kardusku. Lama juga memilah isi kardus dan menatanya ke lemari, meja dan kulkas kecilku. Setelah semuanya rapi, kuambil kaos longgar dan celana pendek, handuk serta perlengkapan mandiku.

Setelah mandi aku keluar kamar mandi, berjalan terus keluar kamarku sambil mengeringkan rambutku dengan handuk. Beberapa langkah setelah di depan kamar Santi, kuketuk pintunya. Dengan lilitan handuk membungkus pinggang hingga pahanya, Santi membukakan pintu dan langsung menarik tanganku masuk ke dalam kamarnya.

Dikuncinya pintu dan kembali memegang tanganku, menarikku ke depan tvnya. Seperti perkiraanku, Santi masih melihat dvdku tadi. Masih tertayang seorang pria kulit gelap telanjang dan dua gadis asia setengah telanjang sedang beraksi di ruang kantor. Pria itu berlutut di depan gadis si rambut panjang yang duduk di kursi dengan paha terbuka lebar,

kaki yang satu di atas meja. Dengan cepat pria itu menggoyang pantatnya maju mundur sementara si rambut panjang mencengkeram tangannya ke atas, memegang sandaran kursi di belakang kepalanya sambil berteriak seperti kesakitan. Branya telah terbuka menggantung di tangan kirinya. Buah di dadanya bergoyang seirama dengan kayuhan pantat si pria.

Yang rambut pendek berusia belasan tahun terbaring di meja, dengan rok seragam sekolahnya telah tersingkap ke atas. Pahanya terbuka lebar, kakinya diatas meja, sementara kepala pria itu mencium dan menjilat pangkal paha gadis itu. Tangannya pun ikut bermain di sana.

Santi diam saja saat kuberjalan ke kulkasnya, membuka dan mengambil setangkai anggur. Kututup kulkas dan memutar tubuhku menghadap tempat tidur, memperhatikan Santi. Ia tak berkedip melihat tv, duduk di tepi tempat tidur, kaki kirinya di atas kaki kanannya, terlihat sedikit bergoyang.

Terlihat pantatnya juga sedikit bergoyang memutar. Santi hanyut dengan tontonannya. Sambil tersenyum aku duduk di selahnya sekarang.

Kuperhatikan dadanya naik turun agak cepat. Kubiarkan Santi menonton movie itu sampai si pria berdiri dan menghadap meja, ke arah gadis sekolah rambut pendek itu. Pria itu mulai menggoyang pantanya lagi maju mundur di tengah pangkal paha yang terbuka lebar di atas meja. Sekarang kuganti cemilanku dengan minuman ringan dari kulkasnya.

Belum habis minumanku, pria itu telah berteriak, memegang batang kemaluannya yang mengeluarkan cairan putih memenuhi wajah gadis itu. Kuperhatikan Santi, duduk tegak, tangannya menopang tubuhnya di tempat tidur.

Kakinya sedikit terbuka pahanya. Sekarang!! Dengan cepat kuraih handuk yang melilit bawah tubuhnya, kutarik lepas menyingkap bawah tubuhnya yang sekarang terlihat jelas. Santi tidak mengenakan apa2. Ia terkejut.

“ Eih!! mbak Erna!! Tangannya bergerak menutup pangkal pahanya. Saat akan berdiri, kutahan tangannya, sambil terseyum aku berkata

cerita sex Lesbi 2017, Ngentot Lesbi 2017, Lesbi Mesum 2017, cerita hot Lesbi 2017, cerita Lesbi hot 2017, kumpulan cerita Lesbi hot 2017, cerita x Lesbi 2017, cerita seks Lesbi 2017, cerita Lesbi haus 2017, cerita sex Jilbab 2017, cerita Jilbab terbaru 2017, cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita Jilbab ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata Jilbab ngentot 2017, koleksi cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Dewasa Skandal Tempat Kost

“ jangan ributlah, toh punya kita sama. “ suaraku menenangkannya.

Santi mulai tersenym dan kembali duduk tenang.

“ tapi punyaku bulunya jarang mbak, masih halus. “ tangannya membelah menyisir rambut bawahnya perlahan.

“ kalau punyaku sudah banyak keluar, tapi sering kucukur. enak kalau mulai tumbuh lagi, geli2 gimana gitu. Aku berdiri sekarang menghadap Santi. Dengan santai kuturunkan sedikit calana pendekku, terlihat jelas Santi memperhatikan milikku.

Lalu ia membandingkannya sebentar dengan miliknya. “ ah mbak Erna sudah dewasa, dada mbak sudah bagus bentuknya.

“ kalau dadaku cuma segini “ Santi kemudian mengangkat baju atasnya, terlihat bra cup nya yang agak kedodoran. Kutarik ke atas kaosku, kulepaskan sekarang lewat kepala. Setelah meletakkan kaosku di atas tempat tidur, kupegang bagian bawah kedua buah dadaku, sedikit kuremas dan sedikit kuangkat ke atas, sedang kucoba kutontonkan pada Santi. “ punya mbak Erna bagus. mungkin paling bagus diantara anak2 kost sini. “ katanya pelan.

“ besar, maksudmu ? “ jawabku tertawa geli lalu kuputar bagian belakangku menghadap cermin, menurunkan lebih ke bawah celana pendekku. “ semoga pantatku juga indah ya “ komentarku

“ padat mbak, apa yang itu disebut bahenol ? “ tanya Santi

“ hihihi “ tak tahan ku tertawa geli dengan komntarnya. senang juga mendengarnya. Aku menungging sekarang, memperlihatkan dengan jelas kedua lubangnya di cermin.

Santi duduk bergeser, ikut memperhatikan apa yang tampak di cermin.

Kutarik celanaku ke atas sekarang, lalu kududuk lagi disebelahnya. “ punyamu sudah basah ? “ tanyaku

“ apanya mbak ?

“ ya yang di bawah pusarmu, terasa basah gak ?

“ enggak tau “ jawab Santi. Ia kini bergerak mundur sedikit di tempat tidur. Lututnya diangkat ke atas, kedua kakinya di atas dipan sekarang, pahanya dibuka lebar-lebar, mempertontonkan pangkal pahanya. Kedua tangannya membantu membukanya hingga kini terkuak. Kulit dalamnya yang

merah muda sekarang terlihat jelas, agak berlendir. “ sudah pingin pipis ? “ tanyaku lagi.

“ tadi pingin sih, tapi bukan pingin pipis rasanya. enggak tau gimana gitu “ jelas Santi.

“ tapi sudah basah kan ? Kuambil handuk dan mengusap pangkal pahanya. Santi diam saja. Kupijit perlahan sekarang. “ sudah mencoba memasukan ke lubangnya ? “ tanyaku lagi perlahan

“ apaan ? apa maksud mbak Erna ?- tanyanya

“ mungkin jarimu kau masukan ?

“ tadi memang pingin memegangnya, terasa enak terus keterusan memegangnya. “ jelasnya

“ makanya kulepaskan celanaku biar enak mengusapnya “ jelasnya lagi. Terlihat pantat Santi mulai sedikit bergoyang goyang. Aku tidak menghentikan usapan dan pijitanku. “ enak diusap ? “ tanyaku lagi.

“ tadinya sih “ jelas Santi.

“ kalau sekarang ? Santi diam, mencoba menikmati usapanku di bawah perutnya.

Kugeser dudukku sekarang, mendekat. kubelai rambutnya, kusisir perlahan. sesekali kuusap juga telinganya. Santi diam, menatapku. Sekarang tanganku tanpa handuk membelai pangkal paha Santi, bagian sensitif wanitanya, perlahan naik turun, sesekali membuka lipatannya menyentuh tonjolan kecil di dalamnya. Santi memjamkan mata. nafasnya mulai terdengar jelas berirama agak cepat.

Kakinya kubuka lebar2, dengan tangan kiriku kupercepat usapan di pangkal paha Santi. “ hsss … mbaaak “ Santi mendesis, merebahkan tubuhnya di tempat tidur sekarang.

Kugerakkan tangan kananku ke arah dadanya sekarang. Perlahan kuangkat cup penutup buah di dadanya. kuusap-usap ujung kecil di buah dadanya. “ hmmm … hssss “ Santi bersuara tak jelas Tangannya memegang tanganku

yang di dadanya. Hanya memegang. Aku sekarang meremas buah di dada Santi yang masih ranum itu. Tangan kiriku kupercepat mengusap pangkal pahanya.

Santi mulai melepaskan nafasnya pendek berirama cepat sambil bersuara “ haah!! haah!! haah!! Kupercepat tangan kiriku mengusap daging kecil di celah2 pengkal paha Santi.

Perlahan jari tengahku mengusap sekeliling lubang kecil di bawahnya. Sesekali mencoba masuk “ mbaak!! Haah!! Haah!! mbak Ernayy!! haah!! Dengan ibu jari tangan kiriku aku

kini mengusap daging kecilnya, sementara jari tengahku mencoba masuk ke lubang bawahnya. semakin cepat gerakanku, Santi kini bergoyang pantatnya. Terus bergoyang mengikuti iramaku. Telah masuk setengah jari tengahku di dalam pangkal paha Santi. Mulai basah jariku itu, tapi tetap tertahan tak bisa masuk lebih jauh.
Dengan jangkauan sedikit masuk ke dalam itulah aku menggerakkannya keluar masuk Semakin cepat, cepat, lebih cepat, kutambah kecepatannya … “ mbaaaak Erna!! “ Santi menyebut namaku dengan menjerit kecil Tubuhnya bergetar.

Bukan bergoyang seperti tadi, tapi bergetar, mengejang, otot pangkal pahanya menegang, tangan keduanya menangkap tanganku yang bergerak cepat di bagian bawah tubuhnya. Kemudian diam tak bergerak, kecuali nafasnya naik turun seperti berlari kecil.

Tanganku sudah diam sekarang. “ basah ya ? aku ngompol ya ? tadi seperti pipis rasanya … Kuambil handukku tadi, kuusap lagi ke bagian penting Santi itu. “ enak Santi?!?

“ hmmm … gimana ya rasanya … “ jawabnya masih telentang.

“ punyaku juga sedikit basah lho Santi bangkit, duduk sekarang. menatapku lalu memperhatikan bawah pusarku.

“ terus aku musti gimana ? “ tanyanya “ coba kau ganti dan putar film dvdku. yang India ya ? Aku beranjak dari tempat tidur ke meja rias Santi.

Santi dengan cepat mengganti dvd dengan film yang kumaksud. Kuraih sisir sikat Santi yang dari karet lunak, kududuk lagi di dipan.

kuraih remote dvd, dan kupilih scene yang paling tengah. Langsung tampil seorang pemuda keturunan India yang telah telanjang bulat, mengikat wanita berdarah India juga yang kini telanjang bagian bawah tubuhnya.

Wanita berambut pendek seperti lelaki itu menangis di tepi tempat tidur, kedua tangannya terikat di satu sudut atas tempat tidur. Kugesekkan pangkal sisir sikat Santi pada pangkal pahaku berulang ulang.

Santi yang memperhatikan kegiatanku juga mulai duduk sambil sesekali melihat film itu. Aku ikut merasakan nikmatku saat pemuda itu memasukan tongkat kehidupan di bawah pusarnya dengan paksa ke gadis yang terikat itu.

cerita sex Lesbi 2017, Ngentot Lesbi 2017, Lesbi Mesum 2017, cerita hot Lesbi 2017, cerita Lesbi hot 2017, kumpulan cerita Lesbi hot 2017, cerita x Lesbi 2017, cerita seks Lesbi 2017, cerita Lesbi haus 2017, cerita sex Jilbab 2017, cerita Jilbab terbaru 2017, cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita Jilbab ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata Jilbab ngentot 2017, koleksi cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Ngentot Skandal Tempat Kost

Bersaamaan itu juga masuklah pangkal pegangan sisir sikat Santi ke dalam lubang bawahku. Terasa sesak lubangku dipenuhi pangkal sisir itu yang semakin masuk, semakin lebar pangkal sisir itu. “ AArhhhhh!! “ aku merasakan nikmat saat kutarik dan kumasukan lagi berulang-ulang Santi di sebelahku mulai mengusap bawah perutnya juga, mengikuti iramaku.

Santi duduk terbuka lebar lagi sambil memperhatikanku dan tv bergantian. Nikmat yang kurasakan menambah sensasi kami berdua saat wanita di tv mulai berteriak2 menangis menjerit-jerit. Sisir itu telah cepat keluar masuk membantuku mencapai nikmat yang kucari.

Santi mulai mengerakkan jemarinya ikut2 memasuki lubangnya sendiri. Tambah cepat nafasku saat melihat Santi mulai bergoyang menikmati usahanya. Wanita di tv terlihat megejang, sementara pemuda itu menghentikan kegiatannya tuk berganti posisi, menduduki paha wanita itu dan mencoba memasuki lubangnya dengan pusaka miliknya.

“ haaah!! mbaaak!! “ Santi merintih, saat tanganku ikut meremas dadanya. Aku bergerak cepat, menggeser dudukku mendekati Santi. “ haah!! bantuin Santi!! haah “ seruku Kudekati tangan Santi yang menyangga tubuhnya, kuraih dan kuarahkan ke sisirnya sendiri yang keluar masuk di lubang kenikmatanku.

Santi yang sekarang ikut memegang sisir itu, melai mengikuti irama tanganku. “ haah!! haah!! yang cepat!! Sekarang kubiarkan Santi sendiri yang melakukannya. Kubuka pangkal pahaku lebar2 menghadapnya, kuangkat sedikit lubangku, kini Santi mulai mempercepat tusukannya.

“ HAAAAHHH!! “ suaraku keluar saat tanganku bergerak, mengusap dan menekan daging kecil di dalam lipatan bawah tubuhku. Santi tetap menusukku dengan irama yang kurasa bertambah lama bertambah cepat. Nikmat dan sensasi yang luar biasa, terbawa suara di tv yang nyaring.

Benar2 terasa penuh lubangku saat Santi membenamkannya, dan terasa nikmat sensasinya saat Santi menarik dan membenamkannya lagi dengan cepat. Tak kuasa aku menahan getaran dan kejangnya otot di seluruh tubuhku saat puncak nikmat yang kucoba raih itu datang … “

AAAAAAAAAAAARRRRGGGHHHH

!!!! Betul2 serasa mengeluarkan kepuasan yang tiada tara melalui bawah tubuhku …

Kubiarkan Santi menusuk lubangku beberapa kali, lalu kutahan dengan kedua tangannku mencoba menghentikannya. Tangan Santi yang satu masih menusukkan jemarinya ke lubang miliknya dengan cepat sekali. Ia terlihat ingin juga menikmati puncak permainannya. Tak beberapa lama sebelum sempat kubantu …

“ hah!! hah!! HAHH!! HHAAAA!! HAAARRGHHH!!! MBAAAAAAAAKKKK!!! tubuhnya menegang, bergetar sesaat, perutnya naik turun cepat, kemudian merangkulku. Kami berbaring sekaarang, aku tertindih tubuhnya yang penuh keringat. Masih merangkulku dan menyandarkan kepalanya, terdiam tak bergerak.

Bebearpa saat kemudian Santi sesenggukan menangis … “ huhuuu “ berbisik ia dalam tangisnya
“ aku sudah tidak perawan lagi ya? Huuu huuu …

“ Kuangkat tanganya yang dipakainya sendiri, kuperhatikan ada lendir membasahinya dan sedikit merah … “ entahlah Santi, aku tidak yakin itu darahmu, tetapi tenang sajalah, kau sudah memdapat apa yang kau cari tadi “ bisiku perlahan …

Setelah beberapa lama kami berpelukan, aku mulai meninggalkannya di tempat tidur, merapikan celanaku dan mengenakan kaosku. Kuambil handukku, dan bergerak keluar kamarnya, masuk lagi ke kamarku tuk mandi lagi.” “ Begitu deh mas ceritanya “ berbisik Erna perlahan

“ Lu gila ya Erna, cerita detail begitu ke gue ? “ tanyaku perlahan sambil tersenyum.

“ Lah, kan mas sendiri yang ingin dengar ceritanya.

“ Iya, tapi aku sekarang kan bingung mau ke mana. Pelabuhanku sekarang sedang ke Manado, yang lain di Singapore dengan bossnya. Yang lain sedang terbang dengan flight maskapainya. Kemana kapal selamku musti berlabuh? Ah dasar kau sukanya bikin pusing “ kutatap matanya. Kusandarkan badanku ke kursi, kutarik kedua tanganku menopang kepalaku.
Erna menggeser kursinya, dari hadapanku tadi, sekarang kursi yang beroda itu telah berada di sebelahku. Sambil mendekatkan wajahnya ia tersenyum sambil berbicara perlahan :

“ asyik kan ceritanya ?

“ Untung gak ada yang dengar ceritamu tadi. “ kataku sambil memperhatikan kiri kanan.

“ Hari Sabtu begini, kantor ini biasanya sepi mas. Jarang ada yang lembur sampai sore begini.
Terlihat bibir merah mudanya yang basah, kemeja atasnya yang ketat sekarang memperlihatkan belahan dadanya yang indah. Matanya menatapku tak berkedip.

Erna memperhatikan mataku melirik dadanya, turun ke paha seakan menelanjangi tubuhnya. Segera kutarik kepala Erna, kucium bibirnya, kuhisap dalam2, lidahku juga mencoba melumat rongga mulutnya. Kuhentikan ciumanku, terlihat mata Erna terpejam dan sedikit terbuka mulutnya.

“ Di mana ruang meetingmu ? “ kubertanya sambil mengajak Erna berdiri, menarik tangannya. Erna berjalan cepat ke arah ujung ruangan yang luas ini. Kulewati lorong kerja disekitar meja kerja karyawan kantor ini.

Di salah satu meja yang komputernya menyala terlihat pemuda yang sedang mengetik di keyboard, berinteraksi dengan monitornya yang menampilkan facebook. Office boy sedang sibuk sendirian sekarang. Pintu paling ujung telah terbuka, dan Erna menahannya menungguku masuk.Setelah melewatinya, terdengar pintu tertutup perlahan dan kudengar suara kunci diputar.

Terlihat Erna bergerak cepat menutup gorden jendela di dua sisi ruangan ini. Meskipun siang, terasa remang cahaya yang masuk sekarang. Erna berjalan ke arahku, memutari meja sekarang. Tangannya bergerak melepaskan kancing baju atasnya.

Sesampai di depanku Erna hanya mengenakan bra, memperlihatkan buah di dadanya yang besar dan indah tertopang bra gelapnya. Ia kini duduk di atas meja menghadapku.

Sambil mendekat, kubuka resleting celanaku jeansku.Kuraih kedua tangannya dan kutarik menyuruhnya turun meja. Rok bawahnya sekarang terlepas saat Erna berdiri menghadapku. Kuraih kursi dan kuajak dia berlutu sementara aku duduk di kursi itu.

Kuhadapkan kursi ke arahnya, kuperlebar ruang resletingku dengan menarik sampai ujung bawah, lalu kuturunkan celana dalamku. Kuraih pusakaku yang setengah berdenyut itu. Batang pusakaku kini telah menjulang keluar diantara delah resleting. “ hmmm “ Suara Erna terdengar, saat meraihnya. Geli dan nikmat langsung mengalir dalam aliran darahku saat Erna mulai memasukan dalam mulutnya.

Kepalanya mulai maju mundur, dan tangannya mulai melepaskan kaitan ikat pinggangku. Dibukanya kancing atasnya dan kini dengan sedikit membungkuk Erna sekarang telah menaik turunkan kepalanya, menelan ujung pusakaku sampai terasa sangat geli sekarang.

Kusandarkan tubuhku, dan kuraih kepala Erna. “ oowwhh “ tambah geli aku sekarang, saat mulutnya menjepit pusakaku sambil naik turun. Kubiarkan ia memijit pangkalnya sekarang. Perlahan ia mulai mengurutnya ke atas dan menekannya ke bawah. Lalu bertambah cepat. Dan sekarang lebih cepat lagi.

Sungguh nikmat yang terkira di gedung ini kurasakan. “ iihh “

Terasa beberapa detik cepat berlalu, berlomba dengan gerakan Erna. Segera kulepas kekangan yang kutahan semenjak mendengar cerita Erna dari tadi. Ujung nikmatku telah sampai. Kubenamkan kepala Erna ke pangkuanku, tak kulepas saat kusemburkan energi di bawah pusarku.

Erna memejamkan mata saat menghisap semua energiku, menelannya dan menyapu sisanya dengan lidahnya. Bukan main … ada kenangan baru aku di hari Sabtu ini. “ enak mas ? “ Tanya Erna sambil mengusap mulutnya “ sebentar ya.

“ Erna berdiri, ke arah lemari kecil. Dituangnya air di gelas dan meminumnya satu dua teguk. Kemudian disodorkan ke arahku.

Kusambut. Kuraih pergelangan tangannya yang memegang gelas. Aku berdiri dan memutar tubuhku sambil menarik Erna untuk duduk di kursiku tadi. Erna meletakkan gelasnya di meja, dan langsung memegang kepalaku yang sudah menyeruduk masuk ke pangkal pahanya.

Celana dalam hitamnya telah kutekan dengan wajahku menusukan hidungku ketengah tengahnya. Tercium wangi kainnya. Kugosok gosokkan mukaku ke situ. Berputar putar, naik turun, kiri kanan. “ huaaahh … massss Perlahan tanganku ke pinggulnya, menarik ke bawah kain celaan dalamnya. kuturnkan sampai matakaki. Erna menggerakan sendiri kakinya hingga terlepas kain itu.

cerita sex Lesbi 2017, Ngentot Lesbi 2017, Lesbi Mesum 2017, cerita hot Lesbi 2017, cerita Lesbi hot 2017, kumpulan cerita Lesbi hot 2017, cerita x Lesbi 2017, cerita seks Lesbi 2017, cerita Lesbi haus 2017, cerita sex Jilbab 2017, cerita Jilbab terbaru 2017, cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita Jilbab ngentot 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata Jilbab ngentot 2017, koleksi cerita Jilbab ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Mesum Skandal Tempat Kost

Saat kuangkat kepalaku menatapnya, terlihat buah di dada Erna mulai menarik keinginanku meremasnya. Kubuka bra hitamnya. Kuremas2 keduanya. Erna mendesah. Kuputar kursinya, Erna sekarang kurangkul dari belakang di tempat duduknya.

Kuremas sekali lagi dadanya. Kupijat dan kuremas hingga keujungnya. Erna mengangkat kepalanya ke atas. “ haaahhhhsssss maassss Kutarik kuajak berdiri dia sekarang. Kuangkat satu kakinya dan kunaikkan ke kursi. Kuremas pahanya. Kuremas atasnya sedikit. Perlahan remasanku naik, hingga ke paha bagian dalam di pangkalnya. Erna menggigil

Perlahan remasan dan pijitanku sudah sampai ke pangkal pahanya. sudah sampai ke belahan bawah pusarnya. Kupermainkan daging kecil itu. Ia melenguh mengeluarkan udara lewat mulutnya.

Erna menarik tanganku. Ia beringsut sedikit ke meja, lalu duduk di meja menghadapku. Agak bergeser sedikit, ia sekarang mengangkat kedua kakinya di meja lebar itu. Erna melebarkan pahanya ke arahku. Terlihat rapi sisiran bulu bawahnya menutupi lipatan bagian vitalnya.

Erna merebhakan dirinya ke meja sambil bergerak menanti gerakanku selanjutnya.

Segera saja kutarik kursi duduk, menghadap meja, memeluk kedua pahanya dan membenamkan mukaku kebelahan tengah tubuh bawah Erna … “ shayyhhaaanggg !!! hooooohhhhh!!! “ serunya berulang ulang beberpa lama Erna bergetar, saat kumulai menjiat bagian2 penting di area lubang itu. “ huuooh!! hah!! ssshhhh hhaah !!! Erna terus mengeluarkan suara saat kujilat dengan lidahku yang bergerak cepat di situ.

Kuturnkan tanganku dan mulai mengurut pusakaku yang mulai setengah tegang lagi itu. “ haah!! mass!! saa … yaaang!! Erna berceloteh tak jelas …

Lidahku lebih cepat bergerak sekarang. “ yes mas !! huuuuh !!! Kuhentikan jilatanku, aku berdiri sekarang.

“ hhmmmm … mmmm … “ Erna mengerang, badannya bergoyang, menyodorkan lubang miliknya ke arahku. matanya terpejam, kedua tangannya meremas sendiri kedua buah dadanya.

Kutempelkan ujung pusakaku langsung di pintu masuk lubang Erna. “ hooh yes mas … sekarang sayang … Kumasukkan kepala pusakaku ke lubang berlendir itu. kutarik lepas dan segera kumasukkan lagi kepalanya. berulang ulang dengan irama yang semakin cepat.

“ hah!! hah!! haahhh!! “ nafas Erna memburu gerakanku beberapa saat kemudian, kumasukkan semua pusakaku, kubenamkan semua ke dalam lubang Erna. “ aaauuwwooooooooohh “ mulut Erna makin bersuara memikat

Akhirnya kusaat kubenamkan dalam2 itulah aku segera melakukan getaran sedikit menarik dan dengan penuh memasukkannya. Kjulakukan sangat cepat iramanya, secepat gerakan drill bor yang sangat cepat itu. “ HAUW HAUW HAUW HAUW …. “ suara Erna terdengar ikut bergetar cepar Kutambah getaranku dan kupercepat

Segera saja Erna bergetar, menggelijang, menegang otot perut dan pahanya, mulutnya terbuka tak bersuara … kemudian tangannya mengangkat pahanya, ikut2 bergetar sesaat lagi … Kuhentikan kegiatanku, kubiarkan Erna meresapi nikmatnya di atas meja meetingnya. Kulepaskan pusakaku, dan kuremas2 tuk menjaga tetap tegang.

Kemuian kutarik kakinya turn meja, kuraih tangannya mengajak berdiri. kuputar badannya dan kuarahkan menungging, tangannya memegang pinggir meja. Kuarahkan pusakaku dan mulai kudororong memasuki lubang Erna sekali lagi. Erna mendesah sekali lagi. sampai ia berjinjit berdirinya, menopang tubuhnya dengan jari kakinya.

Kuteruskan kegiatanku menghujam lubang milik Erna dengan pusakaku, dengan sebentar sebentar berganti posisi. Dari menungging di pinggir meja, berpindah ke kursi, kemudian menungging di karpet. Hingga akhirnya Erna teelentang di karpet dengan kaki berlipat di atas tubuhnya, menahan tubuhku di atasnya yang naik turun secara cepat menindih Erna.

Di posisi demikian aku merasakan kenikmatan memenuhi lubnag Erna dengan pusakaku, mengoyaknya, memutar dan bergetar cepat menekan pangkal pahanya. Hingga akhirnya kucapai lagi ujung kenikmatan yang memuaskanku sekali lagi.

Lelah aku telentang di karpet ruang meeting itu tuk beberapa saat. Sampai kuingatkan Erna tuk memperhatikan cahaya luar gedung yang telah mulai gelap, senja mulai tiba. Waktunya tuk meninggalkan gedung ini. “ makan malam di kostku aja ya mas …. “ tangannya masih memeluk erat salah satu tanganku.

“ lah emang kau masak apa ? seharian kita di kantormu begini “ candaku di dalam lift.

“ kita di Tebet mampir ke McD lalu kita makan di kakamarku.

“ Ok, aku ke pos satpam dulu nitip motorku tuk parkir lama ya. Sesampai di kamar Erna di kostnya, bukannya makan pesanan makanan yang kami bawa,

Erna sudah berinisiatif melucuti pakaianku, berusaha membangkitkan garirahku dan kita bergumul di ranjangnya. Setelah aku dan Erna terlentang menikmati puncak kepuasan yang tercapai, rasa lapar kami datang lagi. Sambil makan, Erna menawariku menginap. “ ini kunci cadangan kamarku. “ Erna menyodorkan anak kunci.

“ besok malam mas masuk sini aja duluan kalau aku belum nyampai. Lah, ini pemaksaan secara halus, pikirku. Kuterima kuncinya, dan menyalakan tv menyaksikan film lepas yang tayang malem itu. Setelah film selesai, Erna menggantinya dengan salah satu dvd nya. Dari covernya aku sudah bisa menebak, film apa yang bakal kulihat sekarang.

Ditengah film panas Erna itu terlihat Erna melepaskan lagi dasternya kemudian menciumi perutku dan bawah pusarku. Melepaskan celanaku dan mengulum lagi pusakaku. Akhirnya dibantu film dan usaha Erna itulah aku bisa mulai menyambut ajakan Erna lagi.

Terasa Erna seperti ketagihan dengan apa yang diperolehnya malam Minggu ini. Ia selalu menginginkanku memuaskannya, meskipun aku kelelahan. Kubantu Erna mencapai ujung pencapaiannya hingga terasa sampai energiku habis kuekspose malam itu. Ditengah lelapnya tidurku, jam alarm Erna membangunkam kami di siang hari, segera aku bergerak hendak mandi.

Belum sampai aku berdiri dari tempat tidur, Erna sudah merangkulku dari belakang dan tangannya turun ke arah bawah pusarku. Fenomena pagi kaum laki2 inilah yang ternyata di tunggu Erna. Pusakaku memang sedang tegang dan kencang sekali saat bangun pagi ini. Ini juga yang selanjutnya membuat Erna merintih dan mengerang dalam usahanya mencapai kepuasannya.

Erna duduk di bawah pusarku sambil menggesekan pangkal pahanya maju mundur, mememuhi lubangnya dengan pusakaku. Dan Erna berulang-ulang memulainya lagi meskipun ia telah mencapainya berulang ulang. Di pagi ini juga aku bisa memberitahu Erna melalui kemampuanku, jika aku bisa membantunya mencapai kenikmatan dan puncaknya berkali-kali sebanyak yang dia mau.

Aliran darahku sedang lancar, konsentrasiku masih segar, nafasku dapat kuatur menjaga jantungku memompa tekakan darahku menstabilkannya. Selalu kupercepat gerakanku tuk menggetarkan lubang di bawah tubuh Erna, yang membuatnya senang menggelinjang mencapai kenikmatannya. Hingga akhirnya Erna menyudahi ketagihannya, mencapai klimaks terakhinya saat di kamar mandi.

Di depan tubuh Erna yang duduk di toilet itulah aku mengakhirinya. Kuhujamkan dengan cepat getaran pusakaku di pangkal pahanya yang terbuka lebar itu. Semprotan air hangat di shower yang kuarahkan ke bawah pusarnya membuatnya berteriak menggigil, bergoyang tubuhnya menggelepar, bergetar otot pahanya, tangannya dengan keras meremas pantatku.

Kuakhiri juga nikmatku, mencapai kepuasanku dengan menyemburkan cairan energiku dalam lubang istimewa milik Erna yang terengah-engah. Sudah berapa bulan aku melewatkan kesempatan seperti ini sejak betemu dan berkenalan dengannya? Kalau saja aku lebih sadar melihat peluang dan kesempatan.

Entahlah, tapi aku punya semangat hidup yang lebih tinggi lagi sekarang. cerita sex Lesbi 2017, Ngentot Lesbi 2017, Lesbi Mesum 2017, cerita hot Lesbi 2017, cerita Lesbi hot 2017, kumpulan cerita Lesbi hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*