Seks Ngewe, Sama Atasan Kantor | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Selingkuh » Seks Ngewe, Sama Atasan Kantor

Seks Ngewe, Sama Atasan Kantor

VIMAX Vimax

Cerita Sex Terhot, Cerita Ngentot Bawahan, Cerita Mesum Terbaru,– Siang itu aqu sudha berada di ruangan pak Chirs dengan gaya menungging celanaqu sudah turun ke bawah serta celana dalamku terlihat dari belakang pak chris sudah siap untuk menyentuhku walaupun masih dengan pakain kantor pak chris hanya mengeluarkan kontolnya lewat resletingnya, dia memegang pundakku dan berkata “ Nis kamu sudah siap kan” “heem pak” jawabku

Dengan menyenggol nyenggolkan kontolnya , memekku terasa basah dan blesss kontol pak chris sudah masuk “ahhh ahhh” pak chirs mendorong dorong pantatnya “ahhh pakkkk hmmmm hmmm, bibirku aqu gigit merasakan nikmat yang luar biasa” ahhhh Uhhhh pakkk Nisa mau keluaarrr “ahhh aqu meronta ronta krna pak chris masih saja menyodokan kontolnya.

Seks Ngewe, Sama Atasan Kantor

cerita sex ngewe, cerita sex porn, cerita mesum terbaru, cerita dewasa selingkuh, cerita hot baru, seks indo, sex kantor, selingkuh kantor, sex atasan, sex bos, cerita perselingkuhan terbaru 2017, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga 2017, cerita cerita perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan ibu 2017, cerita perselingkuhan di kantor 2017, cerita perselingkuhan sampai hamil 2017, cerita perselingkuhan tetangga 2017, cerita hubungan perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terpanas 2017, cerita birahi perselingkuhan 2017,

Seks Mesum, Sama Atasan Kantor

Pak Chirs mempercepat gerakan pinggulnya supaya beliau juga bisa mendapat ejaqulasi bersamaan dengan orgasmeku.

“aaahh ahhhhhh” Aqu mendengan beliau berteriak tertahan dengan tubuh bergetar, kontolnya ditancapkannya dalam- dalam pada liang senggamaqu.

“Nisa…ss..saya…keluar …” bisiknya tertahan “yesss ouhhhh yeahhhhh”

Aqu sendiri sedang sibuk menahan jeritan nikmatku smpai mukaqu berubah menjadi merah padam. crottt crotttt crottt… semprotan air mani pak Chirs yang hangat terasa memancar ke dalam rahimku yang saat itu sudah berisi janin berumur tiga bulan yang juga berasal dari benih beliau.

cerita sex ngewe, cerita sex porn, cerita mesum terbaru, cerita dewasa selingkuh, cerita hot baru, seks indo, sex kantor, selingkuh kantor, sex atasan, sex bos, cerita perselingkuhan terbaru 2017, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga 2017, cerita cerita perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan ibu 2017, cerita perselingkuhan di kantor 2017, cerita perselingkuhan sampai hamil 2017, cerita perselingkuhan tetangga 2017, cerita hubungan perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terpanas 2017, cerita birahi perselingkuhan 2017,

Seks Dewasa, Sama Atasan Kantor

Setelah menenangkan diri smpai nafas kami tidak memburu lagi, pak Chirs kemudian mengambil tissue untuk membersihkan kemaluanku dan kemaluannya untuk kemudian membantuku memakai celanaqu lagi. Tanpa berciuman dulu krna akan membuat lipstikku berantakan, aqu melangkah ke luar dari ruangan beliau krna di luar sana sudah menunggu manajer penjualan yang akan menghadap beliau.

Aqu memang sering diminta melayani Quickly Sex di ruang kerja beliau terutama di pagi hari, kami hanya membutuhkan 5 – 15 menit saja untuk mencapai orgasme dan ejaqulasi. Salah satu hal yang mengurangi kenyamananku adalah aqu harus menahan suara erangan nikmatku agar tidak kedengaran smpai keluar ruang kerja beliau.

cerita sex ngewe, cerita sex porn, cerita mesum terbaru, cerita dewasa selingkuh, cerita hot baru, seks indo, sex kantor, selingkuh kantor, sex atasan, sex bos, cerita perselingkuhan terbaru 2017, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga 2017, cerita cerita perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan ibu 2017, cerita perselingkuhan di kantor 2017, cerita perselingkuhan sampai hamil 2017, cerita perselingkuhan tetangga 2017, cerita hubungan perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terpanas 2017, cerita birahi perselingkuhan 2017,

Seks Ngentot, Sama Atasan Kantor

Aqu bukanlah satu-satunya karyawan wanita yang beliau tiduri, tapi hanya aqu yang beliau minta untuk melayani Quickly Sex di kantor. Namaqu Nisa, umurku saat kejadian ini adalah 34 tahun, statusku sudah menikah dengan satu orang anak.

Aqu bekerja di sebuah perusahaan di M* sebagai staf purchasing merangkap sekretaris untuk pak Chirs. Sebelumnya aqu adalah staf administrasi biasa, tapi atas permintaan pak Chirs aqu kemudian dipromosikan menjadi staf purchasing sekaligus melaqukan fungsi- fungsi kesekretariatan terbatas.

Pak Chirs merupakan direktur pengelola perusahaan yang juga merupakan pemilik perusahaan. Beliau merupakan orang yang sangat simpatik, penyabar dan telaten dalam mengajari anak buahnya agar bisa membantunya.

cerita sex ngewe, cerita sex porn, cerita mesum terbaru, cerita dewasa selingkuh, cerita hot baru, seks indo, sex kantor, selingkuh kantor, sex atasan, sex bos, cerita perselingkuhan terbaru 2017, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga 2017, cerita cerita perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan ibu 2017, cerita perselingkuhan di kantor 2017, cerita perselingkuhan sampai hamil 2017, cerita perselingkuhan tetangga 2017, cerita hubungan perselingkuhan 2017, cerita perselingkuhan terpanas 2017, cerita birahi perselingkuhan 2017,

Seks Ngewe, Sama Atasan Kantor

Pada waktu pertama kali aqu ditempatkan di bawah beliau untuk menggantikan sekretarisnya yang mengundurkan diri krna menikah, aqu merasa sangat taqut sehingga sering sekali berbuat salah. Tetapi beliau tetap mempercayaiku malah pada tahun awal tahun ini beliau mempromosikan aqu sehingga gajiku naik hampir dua kali lipat.

Walaupun aqu sekarang sudah lebih kenal dengan pak Chirs, tapi tetap saja aqu sering merasa tidak terlalu nyaman kalau harus menghadap beliau. Salah satu yang membuatku kurang nyaman adalah tatapan mata beliau yang sangat tajam dan kadang-kadang aqu merasa seperti sedang ditelanjangi.

Ada satu perubahan yang aqu alami sejak mendapat promosi yaitu aqu berusaha tampil lebih menarik setiap hari untuk pak Chirs, aqu tak tahu apa alasan pastinya dari keputusanku ini.

Pada suatu hari pak Chirs menugaskanku untuk mengikuti seminar dan workshop yang diadakan di sebuah hotel di daerah Jatinangor, tentu saja materinya sangat sesuai dengan pekerjaan dan bidang usaha perusahaan kami.

Selain seminar dan workshop yang aqu ikuti, di hotel yang sama ternyata ada acara lainnya diselenggarakan oleh salah satu pelanggan terbesar kami. Pak Chirs memutuskan untuk ikut acara ini untuk sekalian bertemu dengan para pengambil keputusan dari perusahaan pelanggan kami tersebut.

Oleh krna lokasi penyelenggaraan yang sama, otomatis kami mejadi sering bertemu terutama pada saat makan siang atau coffee break. Tentu saja sebagai staf biasa aqu hanya berani menyapa beliau saja, tidak lebih dari itu.

Tapi ternyata pak Chirs malah yang mulai mengajakku mengobrol, awalnya obrolan biasa seputar pekerjaan di kantor dan materi seminar, tapi akhirnya topiknya meluas ke hal-hal yang lebih bersifat pribadi. cerita bokep terbaru

Hari ini seminar dan workshop memasuki hari terakhir tetapi materinya sudah tidak ada yang baru sama sekali krna acaranya berupa presentasi dari perusahaan- perusahaan yang menjadi sponsor penyelenggaraan seminar ini.

Pada saat coffee break pagi pak Chirs mengajakku untuk jalan-jalan saja meninggalkan acara seminar lebih awal krna beliaupun sudah tidak ada acara lagi.

“Tapi suami Nisa nanti sore akan jemput pa, rencananya kami akan sama-sama dari sini menengok saudara di Su*” Kataqu yang kebingungan dengan ajakannya antara tidak berani menolak dengan taqut dicurigai suamiku yang lumayan cemburuan kalau nanti tidak jadi ikut ke Su*.

“Habis jalan-jalan saya bisa anterin Nisa balik lagi ke sini, jadi tetap bisa ikut ke Su* dengan suami kamu” Beliau coba menjelaskan “Memangnya kita mau ke mana pa ?” Aqu kembali bertanya

“Saya ingin ngajak Nisa ke Songgo* Bat* untuk berendam di sana, sambil refresing sebentar biar besok segar lagi waktu mulai ngantor”

“Hmmmm…asyik juga, tapi Nisa ga bawa baju renang” Aqu jadi tertarik dengan tawaran beliau.

“Saya juga tidak bawa celana renang kok … kita berendam air panasnya tidak di kolam renang, tapi di kolam rendam yang kita sewa sendiri sehingga kita bisa bebas berendam pake baju dalam atau telanjang sekalian”

Katanya sambil tertawa “Boleh juga tuh … Nisa mau deh ikut, tapi bapa nanti bener-bener balikin Nisa ke sini lagi ya ?”

Aqu akhirnya setuju dengan ajakan beliau dan tidak terlalu memikirkan pakai apa nanti berendamnya. Aqu mau mengikuti ajakan beliau krna kesempatan ini jarang sekali bisa didapat oleh staff biasa seperti aqu, sebagai boss dan pemilik perusahaan beliau lebih banyak berinteraksi dengan level manajer atau sedikitnya supervisor.

Hanya saja posisiku sebagai staff purchasing sehari-hari sering ditempatkan juga sebagai sekretarisnya untuk beberapa urusan administrasi. Aqu berharap dengan banyak kesempatan berbicara dengan bossku ini, aqu bisa lebih mengenal keinginan beliau yang mudah- mudahan bisa memperlancar pekerjaan dan karirku di perusahaan.

Walaupun begitu aqu juga punya sedikit rasa khawatir, apakah bossku ini punya agenda lain dengan mengajakku jalan-jalan ke tempat wisata dengan hanya berdua saja. Kemungkinannya bisa saja memang krna hanya ingin bersenang-senang dengan mengajak aqu, tapi bukan tidak mungkin juga aqu akan diajak menemaninya tidur.

Kemungkinan kedua lebih mungkin terjadi krna pak Chirs mengajakku untuk menyewa kamar kolam sendiri yang katanya berendam sambil telanjangpun bisa.

Apakah itu bukan berarti beliau secara halus mengajak aqu “ngamar” ?

Sekejap ada perasaan bangga seandainya beliau memang ingin mengajakku “ngamar” berarti aqu yang staf biasa ini cukup menarik bagi beliau apalagi aqu sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan.

Kalaupun benar aqu akan diajaknya berhubungan badan saat di Bat* nanti, apa yang harus kulaqukan ? Kalau aqu menolaknya pasti akan membuat beliau marah besar, sedangkan kalau menurutinya ajakannya apakah aqu sanggup memenuhinya harapannya ? Apakah beliau juga akan tetap marah krna tidak puas dengan pelayananku walaupun sudah aqu turuti keinginannya untuk bersetubuh ?

Apakah setelah melihat bentuk tubuhku dalam keadaan telanjang bulat, apakah beliau masih “berselera” terhadapku ? Begitu banyak pertanyaan yang tidak bisa aqu jawab sehingga akhirnya kuputuskan akan pasrah saja kalau ternyata pak Chirs mengajakku berhubungan badan krna sekarang sudah terlanjur pergi bersamanya.

Anehnya saat itu aqu sama sekali tidak mempertimbangkan statusku sebagai seorang istri atau bossku yang juga sudah berkeluarga. Aqu hanya masih menyimpan harapan semoga pak Chirs tidak mengajakku bersetubuh dan benar- benar hanya ingin ditemani berjalan-jalan dan berendam di air panas.

Akhirnya kami smpai di Bat*, kami tidak langsung pergi ke areal pemandian air panas, tetapi mampir dulu ke sebuah rumah makan untuk makan siang walaupun saat itu masih kepagian. Di sana kami memilih tempat makan lesehan di atas kolam yang lumayan romantis untuk orang yang datangnya berpasangan.

Sebagai bawahannya aqupun melayani beliau untuk lebih nyaman menyantap pesanan kami. Banyak hal yang kami obrolkan, terutama keingin tahuan beliau mengenai keluargaqu dan juga pengalamanku sebelum bekerja di tempat yang sekarang.

Aqu tidak banyak berani bertanya banyak kalau mengenai latar belakang beliau kecuali beliau memang sedang menceritakannnya. Obrolan ini terus berlanjut walaupun makanan telah habis, sehingga aqu mulai merasa lebih akrab dengan beliau. Kami kembali melanjutkan perjalanan menuju areal pemandian air panas di Song*.

Hatiku berdebar dengan kencang ketika pak Chirs membelokkan mobilnya memasuki halaman salah satu motel di sana yang mempunyai halaman cukup luas. Dari jendela mobil beliau kemudian melaqukan booking kamar pada beberapa room boy yang sepertinya memang menunggu tamu di gerbang pintu motel.

Aqu mulai merasa gelisah krna dari pendengaranku, beliau hanya memesan satu kamar saja yang artinya apakah aqu akan satu kamar dengan dia berendamnya ? Room boy yang diajak bicara oleh pak Chirs masuk ke dalam front office untuk mengambil kunci kamar yang dipesan, kemudian memberikan isyarat agar kami mengikutinya.

Pak Chirs memesan kamar yang paling besar di sana, jadi aqu mulai berharap mungkin di dalamnya ada lebih dari satu kamar rendam yang terpisah.

Setelah memarkirkan mobilnya di car port depan kamar, pak Chirs mengajakku turun dan masuk ke dalam kamar sambil membereskan pembayaran kamarnya. Ya ampun …. Kamar itu memang besar dan luas tetapi tetap saja hanya mempunyai satu kamar rendam dan juga ada tempat tidurnya.

Aqu mulai gemetar krna kekhawatiranku mulai mendekati kenyataan yaitu aqu hanya berdua dengan pak Chirs di sebuah kamar motel yang jauh dari rumah.

“Mau langsung berendam atau istirahat dulu ?” Tiba-tiba bossku bertanya “I…i..istirahat aja dulu, Nisa mau istirahat dulu” Jawabku agak tersendat, aqu pikir dengan meminta istirahat dulu aqu bisa menunda untuk berendam air panas.

Siapa tahu kalau pak Chirs mau berendam duluan sehingga kalaupun aqu dipaksa berendam bisa setelah pak Chirs selesai. Lagi pula kamar ini mempunyai dua ranjang besar, sehingga aqu bisa menghindar untuk tidak satu tempat tidur dengan beliau.

“Kalau begitu kita istirahat barengan aja dulu, baru nanti berendam bareng juga” Kata pak Chirs sambil mulai melepas sepatu lalu membuka bajunya satu persatu smpai bertelanjang bulat di depanku begitu saja. “Lho … kamu juga buka baju dong, biar nanti tinggal langsung berendam dan baju kita tidak kusut”

“Nisa ti..ti..dak berani pak …” Jawabku sambil tertunduk dengan badan yang sudah menggigil. Aqu sekarang benar-benar yakin bahwa pak Chirs memang berniat meniduriku di sini, bukan hanya sekedar ingin mengajak berendam di air panas saja.

“Kalau begitu saya bantuin ya …” Kata bossku sambil mendekat dan mulai membuka kancing kemeja atasku satu persatu.

“Ja..ja..ngan pa…” aqu merintih pelan krna mulai merasa tidak berdaya “Jangan kenapa ?” Tanya bossku lagi, walaupun dengan suara biasa tapi terasa sangat mengintimidasi “Ma…maksudnya …e..ehh … Biar Nisa aja yang buka sendiri …”

Akhirnya aqu merasa harus menyerah dan pasrah pada situasi di mana pak Chirs kelihatannya sudah tidak ingin dibantah lagi. Dengan tangan gemetar aqu membuka bajuku satu persatu smpai akhirnya tinggal memakai BH dan celana dalam lalu berdiri mematung dengan kepala tertunduk di depan pak Chirs yang dari tadi melihatku membuka baju.

Kemaluanku walaupun masih tertutup celana dalam kucoba ditutup dengan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku aqu silangkan untuk menutupi dadaqu. “Buka juga dong BH dan celana dalamnya” “Nisa malu sama bapa …”

“Malu kenapa ? Hanya ada kita berdua kok di dalam sini dan saya kan udah telanjang juga” Akhirnya aqu menuruti juga kemauan beliau dengan melepaskan “pertahanan terakhirku” yang membuat kami sama- sama telanjang bulat sekarang.

Walaupun sepanjang jalan tadi aqu sudah mempersiapkan diri untuk terjadinya peristiwa ini, tapi tetap saja aqu sangat ketaqutan saat mengalaminya langsung. Tanpa terasa air mata mulai menggenang di mataqu, tapi aqu tidak berani sama sekali bersuara taqut akan membuat suasana makin runyam. Tanganku aqu silangkan di depan tubuh dengan kedua telapak tangan menutup kemaluanku sedangkan lengan bagian atasku dipakai menutupi dadaqu setidaknya putting susuku.

Pak Chirs sekarang berdiri tepat di depanku dengan tubuh tinggi besarnya hampir menempel padaqu. Kontolnya yang hitam kemerahan sudah berdiri tegak dan menempel diperutku. Kedua tangannya kemudian meraih tanganku dan melingkarkannya ke belakang tubuhnya sehingga aqu jadi memeluk beliau di bagian pinggang.

Daguku lalu diangkatnya dengan tanggannya smpai wajah kami berdekatan lalu beliau mencium bibirku dengan lembut sambil diberi sedikit hisapan-hisapan dan kecupan. Aqu belum bisa bereaksi sama sekali saat itu selain mencoba memejamkan mata dengan air mata yang terus berlinang.

Dengan sabar pak Chirs menciumku berkali kali smpai akhirnya tanpa terasa aqu mulai membuka bibirku yang tipis dan langsung dimanfaatkan oleh beliau untuk memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulutku.

Mmmmpphhhhh ….hhheehhhh….mmmmppphhhh …” Aqu mulai berdesah sebagai reaksi atas ciuman pak Chirs yang semakin gencar dengan permainan lidahnya dan mulai mencairkan keteganganku. Tangan kirinya digunakan untuk memeluk tubuhku sedangkan tangan kanannya memegang tengkukku.

Tanpa kusadari tanganku yang melingkari pinggangnya mulai kugunakan untuk memeluk pak Chirs sehingga tubuh kami sekarang saling merapat, kulit bertemu kulit.

Kurasakan kemaluanku bergesekan dengan pahanya yang berbulu sedangkan kontol pak Chirs bergesekan dengan perut dan payudaraqu. Gesekan demi gesekan mulai membangkitkan gairahku sekaligus juga keberanianku untuk mulai menyambut aksi beliau.

Kemaluanku terasa mulai lembab ……………. Pak Chirs kelihatannya juga merasakan kemaluanku yang mulai lembab dari gesekan dengan pahanya sehingga beliau mulai lebih intensif menggerak-gerakan pahanya pada kemaluanku.

Aqu meresponnya dengan merenggangkan pahaqu sehingga seluruh kemaluanku sekarang bisa bergesekan dengan paha pak Chirs.

“Aahhhhhhhhhh …..geli paaa…” Desahku saat pak Chirs mengalihkan ciumannya ke telinga dan leher kiriku

“Ohhhhh….oohhhh …. Ohhhh ….ohhh….paaaa….ohhhh…” suara desahanku makin tidak terkendali saat pak Chirs mulai meremas-remas payudara kecilku dengan tangan kanannya.

Tiba-tiba pak Chirs berlutut di depanku dan bibirnya langsung memangut putting susuku untuk dihisap-hisapnya, sedangkan tangan kanannya sekarang mengelus-elus kemaluanku.

“Bapaaaa…oohhhhhh…..paaa….Nisa akan diapain ….ohhhhh…..” aqu terus mendesah hampir tidak berhenti. “Ouchhhhhh…..hhhhh….shhhh… shhhh.shhhhhh”

Hanya Nisasan yang bisa kukeluarkan saat pak Chirs memasukkan jarinya ke dalam liang senggamaqu lalu mengocoknya dengan cepat.

Pelan-pelan kemaluanku mulai becek dikrnakan menerima rangsangan- rasangan yang pak Chirs berikan padaqu. Rasa taqutku sudah hilang sama sekali demikian juga kekhawatiran akan mengecewakan beliau krna ternyata aqu terus “digarapnya” walaupun smpai saat ini aqu masih bersikap pasif.

Setelah lubang senggamaqu semakin becek dan merekah, pak Chirs lalu berdiri lagi dan dengan perlahan-lahan menekuk kakinya sehingga sekarang kontolnya ada di depan vaginaqu. Aqu mengerti maksudnya yang akan menyetubuhiku dalam posisi berdiri, tapi aqu belum pernah melaqukannya selama aqu menikah dengan suamiku.

Jadi aqu mencoba membantu beliau dengan merenggangkan kakiku sambil memajukan kemaluanku agar liang senggamanya lebih mengarah kedepan. Ternyata upayaqu yang hanya berdasakan naluri itu cukup berhasil, kurasakan kepala kontol beliau sudah ada di depan liang senggamaqu sambil berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk masuk.

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS …. Kontol pak Chirs akhirnya masuk dengan mulus kedalam liang senggamaqu.

“UUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……….. ” Tanpa bisa ditahan lagi aqu mengeluarkan suara lenguhan keras saking nikmatnya. Setelah seluruh batang kontolnya masuk, pak Chirs memelukku dengan kedua telapak tangannya pada buah pantatku.

Kemudian dengan perlahan-lahan dia meluruskan kakinya sehingga secara otomatis aqu terangkat ke atas oleh dorongan kontolnya pada kemaluanku seperti sate dengan tusuknya. “Ohhhhhhhh….Nisa taqut jatuh paa ….”

Sambil melenguh nikmat aqu juga merasa taqut akan jatuh krna hanya tubuhku diangkat hanya oleh kekuatan otot kontolnya saja.

“Belitkan kedua kaki kamu ke pinggang saya sebagai pengait supaya tidak mudah jatuh” Perintahnya Aqu segera mengaitkan kakiku melingkari pinggangnya dan tanganku memeluk lehernya, sedangkan kepalaqu aqu sandarkan pada bahu beliau.

Setelah beliau yakin aqu menempel dengan benar pada tubuhnya, dia lalu mulai menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur.

“Ohhhhh….ohhhhh….ohhhhh… ohhhh….bapppaaa..aaahhhh…o hhhh….ohhhh….ohhh…paaa…enaaak” Pak Chirs menyetubuhiku yang digendong dalam pangkuannya sambil berjalan keliling ruangan.

Bersetubuh seperti ini benar-benar tidak pernah terpikir olehku dan tidak pernah terbayangkan akan aqu alami krna suamiku hanya melaqukan hal-hal yang biasa saja. Walaupun pergerakan kontol pak Chirs sangat terbatas, tapi posisi kontolnya yang tegak dan tertekan oleh berat tubuhku sendiri membuat terasa sangat nikmat seolah-olah menembus smpai jantungku.
“Ohhhh…ohhhhh….ohhh….ohhhh….ohhh..” aqu terus mendesah mengikuti gerakan bossku Tak berapa lama kemudian pak Chirs menyandarkanku ke dinding kamar dan mulai menggenjot kontolnya dengan lebih cepat krna beban dari berat tubuhku sudah tertahan sebagian oleh dinding kamar.
“Addduddduuuuhhhhh… ohhhhh….ohhhhh…..ohhhh… ouchhhh… ..aahhhh….ohhhh…” desahanku semakin menjadi-jadi. “AAAAAAAAAAAARRRRRRRHHHHHHHHHHH HHH……………….”

Akhirnya aqu mengerang nikmat dengan keras saat orgasmeku datang. Pak Chirs menurunkan intensitas genjotan kontolnya untuk memberikan kesempatan padaqu menikmati orgasmeku.

“Adduuuuuhhhh…. Enak sekali paaaa” Bisikku di telinga beliau

“Kita sekarang main di ranjang ya sayang … Saya belum keluar…bantu saya ya sayang” Balas pak Chirs dengan lembut. Aqu hanya bisa mengangguk pelan krna seluruh tenagaqu seolah-olah telah tersedot habis oleh orgasme tadi.

Pak Chirs kemudian menurunkanku smpai kakiku bisa menapak ke lantai sebelum kemudian melepaskan kontolnya dari kemaluanku. Kontolnya kelihatan sekali masih keras dan tegak walaupun sekarang warnanya lebih kemerahan dibandingkan sebelumnya.

Kemudian aqu dibopongnya ke ranjang. “Uhhhhhhh….” Aqu kembali mendesah saat beliau melepaskan kontolnya dari kemaluanku. Di tempat tidur aqu hanya bisa tergolek lemas, tapi aqu masih ingat permohonan beliau yang ingin dibantu untuk bisa berejaqulasi olehku.

Oleh krna itu kucoba mengangkangkan kakiku agar menjadi isyarat bahwa aqu masih siap menyambut lagi beliau supaya mencapai ejaqulasi. Aqu gosok-gosokkan tanganku pada kemaluanku supaya tetap merekah dan basah. Pak Chirs lalu naik ke ranjang sambil mengocok-ngocok kontolnya smpai ke dekat kemaluanku dan langsung memasukkannya lagi ke dalam liang senggamaqu.

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS ……………. “AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHH……” Kontol pak Chirs benar- benar bisa mendatangkan kenikmatan bagiku walaupun aqu lihat tidak terlalu besar atau panjang ukurannya.

“Euuhhhhh….euhhhhh…euhhhh….euhhhh… euhhhh…” aqu terus melenguh saat pak Chirs mulai memompakan kontolnya dari atas tubuhku.
“Ooooohhhh…ohhhhh….bapppaaa….teruss… paaa…auhhhhh…a aaahhh” aqu meracau Pak Chirs memompa semakin kencang dan kemaluanku semakin basah bahkan mulai banjir mengalir keluar. CROK…CROK ….CROK ….CROK ….CROK …. Kudengar suara kontol pak Chirs yang menembus kemaluanku yang sudah sangat basah “Ohhhhh…ohhhh….paaaaa….Nisa mauuu dapet lagiiii….ooohhhh”

Aqu beranikan untuk melingkarkan kakiku pada pantanya beliau untuk membantu tekanan saat memompa kontolnya. “AAAAAAARRRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKK KKKKHHHHHHHHHHHH …..”

Aqu kembali mengerang saat orgasme keduaqu datang Aqu coba menekan kakiku yang melilit pantat beliau supaya bisa menikmati orgasmeku tapi rupanya beliau juga sedang menunggu ejaqulasinya yang sudah dekat.

“Nisaeee….saya akan semprotkan di dalam….AHHH…AHHH…AHHH… ahhh….ahhhh….ahhh” Teriak beliau sedikit tertahan SRRROOOOOT …..SROOOOOT ….SROOOOTTTT….srrrt ….srrrt….srrrt … kurasakan semprotan air mani bossku yang sedang menaburkan benihnya di rahimku. “Ahhhhhhhhhhhhh…..” Pak Chirs mendesah lega setelah semua air maninya keluar.

Kami lalu berciuman dan berpelukan dengan mesra seperti sepasang kekasih bukannya boss besar dengan karyawan level bawahnya. “Kamu bisa menikmatinya sayang ?” Tanya pak Chirs dengan lembut membuka percakapan dengan tetap menindihku dan tanpa menarik kontolnya dari kemaluanku.

“Bisa pa, enak sekali malah… asalnya Nisa taqut sekali…tapi kalau tau bakal enak kayak ini Nisa udah mau dari dulu- dulunya” Cerocosku panjang lebar “Emangnya kamu ga apa-apa saya setubuhi ?” Pak Chirs keheranan dengan jawabanku

“Bagi orang seperti Nisa, bapa udah milih Nisa untuk disetubuhi saja rasanya udah gimana gitu ….” Jelasku “Sebenernya waktu bapa ngajak Nisa ke Songgo* buat sewa kamar rendam, Nisa udah merasa pasti ujung-ujungnya bakal diajak bersetubuh” Sambungku sambil tanganku membersihkan noda lipstikku yang menempel di pipi dan sekitar bibir beliau

“Nisa ngerti lah kalau orang yang udah gede mandi bareng bakal ngapain …”

“Jadi waktu Nisa iyain, itu artinya sudah termasuk kesediaan Nisa disetubuhin bapa” Kataqu agak manja
“Kalau Nisa masih perawan mungkin bisa lain ceritanya atau mungkin juga tetep sama”.

“Malah yang Nisa paling taqutkan bukan disetubuhinya, tapi taqut tidak bisa memuaskan bapa atau membuat bapa marah” Sambungku

“Nisa tidak tahu, orang-orang gede seperti bapa itu maunya apa kalau lagi bersetubuh”

“Kalau orang-orang kecil seperti suaminya Nisa mah gampang sekali nebak maunya” Aqu masih nyerocos “Nisa tinggal ngangkang dia langsung tembak, selesai … mmmmpppphhhhhh”.

Pak Chirs hanya tersenyum lalu mencium bibirku untuk menghentikan omonganku yang menggelontor hampir tidak berhenti. Kami kembali berciuman mesra dengan memainkan lidah masing-masing dari cara menciumnya aqu bisa belajar ciuman yang dalam dan membangkitkan gairah.

Selama ini aqu hanya berciuman dengan suamiku hanya mengadukan bibir saja dan paling banter seperti bertukar ludah. “mmmmmmpppphhhhhhh….ahhhh… mpppppphhhhhhh…… ohhhhhh… ..mpppphhhh” Saat berciuman aqu tidak bisa menahan desahanku krna kontol pak Chirs walaupun sudah tidak sekeras sebelumnya kurasakan berkedut-kedut di dalam liang senggamaqu sehingga menimbulkan rasa geli yang nikmat.

Aqu kemudian membalasnya dengan menggerakkan otot kemaluanku untuk meremas-remas kontolnya dengan gemas sambil tanganku menekan-nekan pantatnya.

“Ahhhhhh….” Desahku saat pak Chirs mencabut kontolnya dari kemaluanku dan berbaring di sampingku.

Aqu mencoba memberanikan diri merebahkan kepalaqu di dadanya berharap beliau bersedia memelukku, ternyata beliau menyambutku dengan mesra, bukan hanya membalas pelukanku tetapi juga membelai- belai tubuh dan rambutku.

Bossku itu juga minta aqu merapikan bulu kemaluanku krna beliau lebih senang bulu yang rapi tipis dan minta waktu nanti kami bersetubuh lagi sudah berubah. Walaupun suamiku sebenarnya lebih suka kemaluanku berbulu lebat, tapi aqu memilih akan menuruti kemauan pak Chirs saja dan aqu akan cari alasan untuk suamiku.

Apalagi dari kata-katanya itu artinya beliau mau mengajakku bersetubuh lagi di lain waktu yang membuat hatiku semakin berbunga-bunga. Setelah cukup beristirahat, kami lalu mandi berendam bareng di bak air panas yang tersedia di kamar mandi hotel.

Kami berendam sambil berpelukan, pak Chirs memelukku dari belakang sehingga tangannya bisa memeluk sambil memainkan kemaluanku, meremas-remas payudaraqu dan memainkan putting susunya.

“Geli paaa….ohhhhh…hhhhhh ….shhhhhhhhh” Aqu mulai mendesah dan menNisas saat pak Chirs menciumi leher dan kupingku sedangkan jarinya mulai dikeluarmasukkan ke dalam liang senggamaqu yang terendam air. Tanpa sadar badanku mulai menggeliat- geliat krna rangsangan yang dilaqukan beliau.

Aqu juga merasakan kontol bossku itu mulai mengeras di belakang punggungku sehingga membuatku semakin terangsang. “Ohhhhhh….bapaaa…Nisa pengen disetubuhi lagi…shhhhhhh” Aqu memberanikan diri meminta beliau menuntaskan berahiku yang sudah smpai keubun-ubun.

Beliau lalu mencabut jarinya dari liang senggamaqu dan mengangkat pantatku sedikit sehingga kontolnya bisa diarahkan pada kemaluanku dari arah belakang. BLESSSSSSSSS ………..

“OOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHH ………………..nikmat sekali paaa” Erangku menyambut masuknya kontol beliau ke dalam tubuhku. “Euhhhhh….euhhhhh…euhhhh…euhhhhhh… euhhhh” Aqu coba berinisiatif menggerak- gerakkan tubuhku naik turun di dalam air sambil berpegangan pada pinggir bak.

Gerakan naik turunku menimbulkan gelombang pada air bak yang makin lama semakin bergolak tak teratur seperti juga gairah kenikmatanku yang terus semakin bergelombang naik. “Heeeehhhhhh ….Heehhhhh ….Heeehhhhh ….Heeehhhhh…” aqu mencoba menaikkan tempo gerakanku tapi tetap saja hambatan air membuat gerakanku seperti gerakan slow motion di filem-filem.

Pak Chirs mengimbangi gerakanku dengan menaik turunkan pinggulnya sedangkan tangan kanannya semakin gencar meremas- remas payudaraqu dari arah belakang dan tangan kirinya memainkan kelentitku.

“Oooohhhh ….ohhhh….ohhhhh….ohhhh….ohhhh…..ohhhhh ” Gerakanku semakin liar dengan rangsangan dari beliau “AAAKEEEE DAPEETTTTT LAGI …..OHHHHHHHHHHHHHH” Aqu menjerit saat mendapat orgasme pertama di dalam air.

Aqu berhenti menggerakkan tubuhku untuk menikmati gelombang orgasmeku yang luar biasa bagiku dengan nafas agak tersenggal- senggal. Pak Chirs masih menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga kontolnya tetap naik turun di dalam liang senggamaqu, tangannya di silangkan di dadaqu sambil meremas kedua payudaraqu dengan lembut.

Bibirnya yang hangat kurasakan menciumi tengkuk dan punggungku berulang ulang melengkapi kenikmatan yang kurasakan. Pak Chirs memintaqu memutarkan badan supaya posisi kami menjadi saling berhadapan dengan kontolnya masih ada dalam kemaluanku. Kami berciuman sambil aqu memeluknya, sedangkan tangan beliau memegang kedua buah pantatku sambil tetap menaik turunkan pinggulnya.

Pelan-pelan gairahku timbul kembali dan mulai mengimbangi gerakan pinggulnya dengan menggerakkan pinggulku sendiri naik dan turun.

“Ahhhh ….Mmmmmppphhhhhhh…… oohhhhhhh…..mmppppphhhh…” Kami meneruskan bersetubuh sambil terus berciuman. Makin lama ciuman kami makin panas, bibir kami saling melumat dan permainan lidah yang semakin liar.

Gerakan kontol pak Chirs semakin kasar, kontolnya dengan keras menyodok-nyodok ke dalam liang senggamaqu sedangkan pantatku ditekannya kebawah oleh tangan beliau.

“Ohhhhhh ….ohhhhh….ohhhhhh….paaaa….ohhhhh…. baapaaaa….aduuuh hhhh…” Aqu hanya bisa mengerang nikmat tanpa berbuat apa-apa krna pak Chirs mengambil alih kendali.

“Nisaeee…. Saya mau keluarrrrrr” pak Chirs mengerang Aqu rasakan tubuh pak Chirs bergetar keras sedangkan kontolnya berdenyut- denyut dengan tidak kalah kerasnya. SROOOOOOTTT …SROOOTTT…….SROOOTTTT … semprotan demi semprotan air mani bossku kembali membanjiri rahimku “

A..a..aahhhh..a..a..aahhhh…” pak Chirs mengerang tertahan Walaupun aqu tidak mendapat orgasme lagi yang berbarengan dengan ejaqulasinya pak Chirs, aqu tetap merasa puas krna sudah mendapat orgasmeku tadi.

Aqu lalu menciumi dan membelai-belai wajah bossku yang terlihat cukup kelelahan setelah bersetubuh denganku di air panas. Otot-otot liang senggamaqu kembali aqu kontraksikan untuk memijat-mijat kontol pak Chirs yang juga sedang kelelahan di dalam tubuhku. Bossku itu kelihatannya sangat suka dengan apa yang aqu laqukan, beliau lalu membalas ciumanku dan memelukku dengan mesranya.

Beliau kemudian menciumi seluruh wajahku, leherku dan payudaraqu serta menghisap- hisap putingnya sambil mengucapkan kepuasannya bersetubuh denganku. Sebagai wanita tentu saja aqu merasa bangga bisa memuaskan beliau yang merupakan bossku sehari-hari walaupun sebenarnya aqu juga sangat puas krna mendapat kenikmatan yang lebih tinggi dari yang aqu biasa dapat kalau berhubungan badan dengan suamiku sendiri.

Dengan posisiku tetap “menunggangi” beliau kami mengobrolkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan smpai yang berkaitan kehidupan pribadi masing-masing, tentu saja sambil diselingi berciuman mesra. Pak Chirs sempat bertanya apakah aqu pake pengaman, waktu aqu balas dengan pertanyaan kenapa baru bertanya sekarang padahal beliau sudah dua kali menebar benihnya ? Beliau menjawab sambil tertawa bahwa krna aqu sudah punya suami maka dia tidak terlalu khawatir kalau aqu jadi hamil krnanya.

Aqu memang sekarang memakai IUD sebagai pengaman krna belum merencanakan punya anak lagi. Kemudian iseng-iseng beliau aqu tanya, kalau aqu lepas IUDnya apakah dia mau menghamili aqu ? Jawabannya cukup mengagetkan tapi sangat menyenangkanku krna beliau bersedia “menyumbang” benihnya tetapi tidak mau menikahiku. Tetapi beliau bersedia berkomitmen untuk membantu biaya “anak biologisnya” itu.

Setelah selesai berendam, kami lalu membersihkan badan dan berpakaian lagi untuk bersiap-siap pulang krna suamiku sudah akan menjemputku di tempat seminar tadi. Di tengah perjalanan pak Chirs memintaqu melaqukan oral seks, krna aqu belum pernah melaqukannya beliau lalu membimbingku mengenai cara melaqukannya.

Sesmpainya di tempat parkiran tempat seminar, pak Chirs belum juga berejaqulasi yang memaksaqu untuk lebih agresif mengemut kontolnya. Akhirnya beliau bisa ejaqulasi dan memintaqu meminum seluruh air maninya smpai habis.

Ternyata suamiku juga sudah ada ditempat parkiran menjemputku sehingga membuatku agak panik dan dengan terburu- buru aqu segera merapikan baju dan rambutku serta memakai lipstik lagi yang telah hilang menempel di kontol pak Chirs.

Setelah semuanya rapih kembali aqu keluar dari mobil pak Chirs dan ambil jalam memutar dari parkiran yang tidak terlihat suamiku untuk masuk ke tempat seminar. Aqu kemudian menghampiri suamiku seolah-olah baru selesai seminar dan mengajaknya berkenalan dengan pak Chirs … bossku di kantor. cerita sex ngewe, cerita sex porn, cerita mesum terbaru, cerita dewasa selingkuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*