Cerita Bokep Ahh Geli Mas | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Bokep Ngentot » Cerita Bokep Ahh Geli Mas

Cerita Bokep Ahh Geli Mas

VIMAX Vimax

Cerita Ngentot Terlengkap, Cerita Mesum Nyata, Cerita Sex Terkini, Cerita Bokep Ahh Geli Mas – Suatu saat Mb Radmila memintaqu mengajari komputer karna alasan dia sedang ikut kursus untuk bekal bekerja (Mb Radmila sedang melamar di Perusahaan Swasta) dan sebentar lagi ada ujian komputer.

Aqu menyggupinya tapi hanya pada saat aqu tidak ada kegiatan kuliah. Hari pertama Mb Radmila belajar komputer tidak ada yg perlu diceritakan, namun pada hari-hari berikutnya terjadilah cerita-cerita erotis ini. Saat itu Mb Radmila sedang mencoba belajar Excel, aqu duduk di kursi tamu yg jaraknya kira-kira 3 meter dari jarak meja komputer.

Cerita Bokep Ahh Geli Mas

cerita hot ngentot, cerita mesum selingkuh, cerita ngentot memek, cerita sex terbaru, cerita seks terlengkap, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017,

Cerita Bokep Ahh Geli Mas

“Mb…, kapan ujiannya”, tanyaqu.

“Besok!, Mas!, sini dong..”

“Ada apa Mb”, sahutku.

“Ini lho, cara ngasih blok ini gimana toch?”

“Ochh…, itu toch, gini klik mouse kiri tekan terus dan geser sampe bagian yg dikehendaki kemudian lepaskan”, begitu kataqu sambil memberikan contoh.

cerita hot ngentot, cerita mesum selingkuh, cerita ngentot memek, cerita sex terbaru, cerita seks terlengkap, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017,

Cerita Ngentot Ahh Geli Mas

Selanjutnya Mb Radmila segera mencoba dan berkali-kali gagal. Aqu membimbing dgn memegang tangan Mb Radmila, tangan Mb Radmila memegang mouse sementara tanganku di atas tangannya. Tanpa terasa perutku menempel di bahu Mb Radmila. Aqu lihat tidak ada perubahan apapun di wajah Mb Radmila dan aqu pun pura-pura tidak tahu.

Agar lebih leluasa aqu ambil kursi dan duduk di sebelahnya. Sambil mengajar, kedua tanganku ikut main, tangan kanan mainkan mouse dan tangan kiri memegang pantat Mb Radmila.

Melihat tidak ada reaksi dari Mb Radmila, aqu mulai berani lebih jauh, tanganku mulai meraba pinggangnya. Ia diam saja. Sambil meremas-remas pinggangnya, aqu mendekatkan hidungku ke tengkuknya.

cerita hot ngentot, cerita mesum selingkuh, cerita ngentot memek, cerita sex terbaru, cerita seks terlengkap, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017,

Cerita Sex Ahh Geli Mas

Sampe akhirnya hidungku menempel di belakang telinga kanannya. Sementara tanganku mulai merayap naik dari pinggangnya. www.tempatceritasex.com Jari-jemariku menyusupkan ke dalam celah di bawah kemeja pendeknya, memberikan kehangatan pada pinggang dan perutnya yg langsing dan kencang, terus perlahan-lahan merayap ke atas.

Mb Radmilak menarik nafas dalam-dalam hingga kedua bukit di dadanya makin membusung dan memenuhi kemeja ketatnya pada saat itu pula, tangan kananku tiba di bukit halus di dada kanannya, mengusap, memijit, dan meremas pelan, membuat nafas Mb

Radmila kian memburu, ia memutar wajahnya ke kanan.

“Uhh… Mass jangan!”, desahnya.

“Kenapa Mb, mumpung sepi, nggak ada yg lihat”.

“Jangan ach, saru…, aqu pulang dulu yach”, kata Mb Radmila sambil membereskan buku excel yg dibawanya.

“Mb, boleh nggak, kalo aqu minta punyanya Mb Radmila?”.

“Minta apa…”, tanyanya penasaran.

“Aqu ingin merasakan punya Mb Radmila, kalo boleh Mb ke sini hari Rabu, kira-kira jam 10.00 pagi, Kutunggu”.

Aqu sengaja memilih jam tersebut, karna saat-saat seperti itu di lingkungan kami relatif sepi, karna ditinggal sekolah anak-anak, sementara ibu-ibu sibuk di dapur. Tak ada jawaban dari bibirnya yg aduhai, maka kuulangi lagi. “Bagaimana Mb?”.

“Ach…, Aqu pulang dulu yach”, hanya itu jawaban darinya.

Hari Rabu yg kutunggu datang juga, aqu minta ijin pada boss seolah-olah ada keperluan keluarga. Hatiku rasanya berdebar-debar menunggu kedatangan Mb Radmila, ada rasa was-was kalo ternyata yg ditunggu-tunggu ternyata tidak datang.

Berkali-kali aqu lihat keluar, dia belum juga keluar dari rumahnya. Kulihat lagi…, uch dia keluar, hatiku berdebar, jantungku berdetak lebih cepat, semakin dekat jarak kami rasanya detak jantung ini makin cepat pula.

“Masuk Mb”, bisikku mempersilakan.

“Mass, aaqu geemetaar”.

“aaquuu juga”, sambil kutarik tangan Mb Radmila ke kamarku.

“Mass”.

Tiba-tiba kata-katanya terhenti dan nafasnya tertahan, saat kupeluk dan kuciumi lehernya yg jenjang itu. Dan selang beberapa detik kamipun tenggelam dalam ciuman yg sangat bernafsu itu beberapa menit.

Dan tangankupun mulai menggeraygi seluruh tubuhnya. Sambil berdiri kami berdua masih saling melumat dan tangankupun mulai menggeraygi dari leher, ke bahu dan pada akhirnya bertumpu di dua gunung kembar milik Mb Radmila.

Kini jari-jariku telah menemukan puting kecil di puncak bukit kenyal di dada kanannya dan mulai mengusap-usapnya. Ibu jariku mengusap puting dadanya yg kanan, sementara jari tengah aqu melaqukan hal yg serupa di dadanya yg kiri. Tangan kiriku membuka kancing dan ritsluiting celana kulotnya, menyusup ke dalam, menemukan rambut-rambut ikal.

Mb Radmila memejamkan matanya dan menahan nafas, ekspresinya menunjukkan rasa geli dan birahi. Secara refleks, tangannya membuka kancing-kancing kemejanya, hingga dua bukit yg dari tadi berdesakan dalam ruang sempit itu terbebas.

Indah sekali, aqu dapat melihat bahwa ibu jari dan jari tengah tangan kananku kini sedang memijit-mijit dua buah puting yg tegang, berwarna coklat muda.

Kemejanya tersingkap di sebelah kanan, menunjukkan pundak yg sangat halus dan indah, aqu langsung mengoleskan lidahku di situ berkali-kali.

Tangan kiriku terus menggali ke dalam rambut-rambut ikat itu hingga celana Mb Radmila melorot sedikit demi sedikit dan akhirnya jatuh di bawah kakinya. www.tempatceritasex.com Jari tengah tangan kiriku pun langsung menyentuh sesuatu yg hangat dan lembab, mengusapnya, menjentik-jentikkannya.

Membuat tubuh Mb Radmila yg cukup jangkung itu bergetar, sulit berdiri tegak, kakinya goyah, dadanya naik turun mengikuti nafasnya yg terengah, keringat membasahi keningnya, dan sesuatu mulai membasahi jari tangan kiriku di tengah selangkangannya, berdirinya semakin goyah, tangan tangan dan mulutku makin giat bekerja, tungkai indahnya makin gemetar.

“Ohh…, Massss.., ohh…, aqu nggak tahan geli”, rintihnya sambil terengah.

Aqu segera menelentangkan tubuhnya di atas ranjang. Kuulangi menghisap putingnya bergantian. Tangan kananku menggosok-gosok memeknya. Kuciumi, kujilati dan kuhisap-hisap semua bagian yg menurut instingku bisa membangkitkan gairahnya.

Bibir, lidah, telinga, kuping leher, dada, perut, pusar, paha, memek, betis sampe ke jari dan telapak kakinya. Tubuh Mb Radmila bergelinjangan tak karuan dadanya naik-turun kelojotan. Mulutku naik lagi ke atas menyusuri betis dan paha hingga akhirnya berhenti di memeknya. Dgn kedua tanganku kusibak pelan bulu memeknya.

Kulihat belahan memeknya yg memerah berkilat dan bagian dalamnya ada yg berdenyut-denyut. Kuciumi dgn lembut, bau memeknya membuat sensasi yg aneh. Dgn hidung kugesek-gesek belahan memek Mb Radmila sambil menikmati aroma bahunya. Erangan dan gelinjangan tubuhnya terlihat seperti pemandangan yg indah menggairahkan.

“aahhk…, eeekhh…, nikmat sekali Mass,”, rintih Mb Radmila.

Kujulurkan lidahku, kujilat sedikit memeknya, ada rasa asin. Lalu dari bawah sampe atas kujulurkan lidahku menjilati belahan memeknya. Begitu seterusnya naik turun sambil melihat reaksi Mb Radmila.

“Akkhh…, akkkhh…, akkkhh…, ngghh”, Mb Radmila terus merintih nikmat, tangannya mencari tangan kananku, meremas-remas jariku lalu membawanya ke payudaranya.

Aqu tahu dia ingin yg meremas payudaranya adalah tanganku. Begitu kulaqukan terus, tangan kananku meremas payudaranya, mulutku menjilati dan menghisap-hisap, menyedot memeknya, sementara tangan kiriku menyentik-nyentik clitorisnya. Diapun bergelinjang-gelinjang kenikmatan.

“Masss aduuh…, enaak sekalii”, erang Mb Radmila.

“Nggghh…, nggghh…”, Aqu hanya bisa mendesah, kakinya yg tadinya belum terbuka lebar, tanpa dia sadari dia telah merenggangkan kedua pahanya sambil kakinya ditekuk.

Maka semakin lebar kemaluannya terbuka aqu semakin leluasa memainkan memeknya.
Setelah menyedot bibir memek milik Mb Radmila, lalu aqu mulai menjulurkan lidahku ke dalam memeknya yg mulai basah itu.

Kujilati clitoris milik Mb Radmila yg merah itu, terkadang lidahku kujulurkan masuk ke dalam lubang memeknya. Diapun mendesah terus menerus,

“aaccch, oooccchh, aaccchh, oooccchh”. Mendengar desahan Mb Radmila aqu semakin beringas menjilatinya hingga memeknya basah.

“Masss…, nggghh..”, Mb Radmila mendesah sambil tangannya menggapai mencari-cari kontolku.
Aqu bangkit dan kuletakkan kontolku di lembah diantara dua bukit yg kenyal itu, lalu kugesek-gesekkan kontolku, sementara Mb Radmila menggeliat-liat sambil tangannya ikut mengusap-usap kepala kontolku.

“Masss…, nggghh..”, desah Mb Radmila.

Tangannya menarik kontolku, sementara lidahnya menjilat-jilat bibirnya yg sensual. Kusorongkan kontolku ke bibir Mb Radmila, Dia mulai mengelus-elus, menjilati dari kantung yg berisikan dua biji pelir hingga sampe pada kepala kontolku.

Setelah puas dia menjilati lalu dia memasukan kontolku ke mulutnya, menghisap dan mengocok-ngocok dgn mulutnya seirama dgn desahan Mb Radmila. Lama sekali dia mempermaikan kontolku hingga aqu secara tidak sadar menggeliat-geliat sambil mendesah,

“Ooohh, ooohh, yaacch, yaacch”. Aqu sudah tidak tahan, kontolku yg sedang di kulum-kulum di mulut Mb Radmila, kucabut.

Aqu mengangkat kedua tungkainya, meletakkannya di bahuku, dan pelahan-lahan dgn hati-hati kupegang kontolku dan kugesek-gesekkan di belahan bibir memeknya beberapa kali, kemudian kutekan ke dalam dan…,

“Bleeess”, kontolku memasuki memeknya dan segera kusodokkan dalam-dalam dgn kencang.

“Aduuhh…”, Mb Radmila menjerit pelan.

“Sakit Mb..”, tanyaqu dan Mb Radmila kulihat hanya menggelengkan kepalanya sedikit dan ketika dia menciumi di sekitar telingaqu kudengar dia malah berbisik,

“enaak…, Maas”.

Kuciumi wajahnya dan sesekali kuhisap bibirnya sambil kumulai menggerakkan pantatku naik turun pelan-pelan, dan makin lama semakin cepat. Tangan Mb Radmila mencengkeram dan menekan pantatku. Wajahnya tampak memelas, matanya terkatup rapat, bibir tipisnya terbuka, namun giginya terkatup, keringat membasahi sekujur tubuhnya yg kini bergerak terkocok dalam kecepatan tinggi.

Aqu merasakan jepitan memeknya sungguh luar biasa. Begitu lembab, lengket, licin, namun ketat mencengkeram mengurut-ngurut kejantananku.

Ia pun merasakan nikmat yg luar biasa, memeknya terjejali dgn benda yg keras dan hangat dgn ukuran yg tepat, menggesek dinding liang memeknya, tiap gesekan makin membuatnya melayg-layg.

Aqu menurunkan kaki kanannya dari bahu kiriku, dan memutar tubuhnya ke kiri, sehingga posisi kami jadi menyilang, kontolku kini menyentuh bagian yg lebih dalam dari memeknya. Mb Radmila kian histeris, menggeliat-geliat, punggungnya terangkat-angkat dari kasur, matanya terpejam makin rapat, dan mulutnya mendesis, mengerang, dan mengaduh tidak menentu. Tangan kanannya kini memegangi tanganku yg sedang mencengkeram pinggulnya.

Aqu membungkukkan badan dan mulutku menangkap puting kanan Mb Radmila, mengolesinya dgn lidahku, menghisap-hisapnya, namun puting itu tidak dapat menjadi lebih tegang lagi karna sudah begitu tegang.

Tubuh kami terus saling berhempasan, kontolku terasa menyodok-nyodok ujung liang memeknya. Sampe tiba-tiba kedua tangannya mencengkeram sprei, wajahnya meringis, dan tubuhnya meregang sampe punggungnya terangkat tinggi dari ranjang,

“Uggghh…, Masssh…, ohh”, rintihnya.

Beberapa detik tubuhnya meregang seperti itu, otot-otot memeknya terasa kuat sekali menggenggam kontolku, lalu tiba-tiba tubuh langsingnya terkulai lunglai, seperti tak berenergi.

“Mb Radmila, bisa tahan sebentar saja?”, tanyaqu. Ia mengangguk lemah sambil tetap lunglai seperti orang mau pingsan.

Aqu segera dgn cepat mengocokkan kontolku, kutekankan dalam-dalam, dan kutarik dgn cepat, begitu terus. Hingga ekspresi Mb Radmila menunjukkan rasa ngilu kesakitan, namun ia diam saja, membiarkanku mencapai klimaks. Dan akhirnya, aqu merasa sesuatu keluar dari kontolku,

“crottt…, crottt…, crottt…, ach”.

Aqu mencabut kontolku dari memek Mb Radmila dan berbaring di sampingnya. Mendekapnya, memeluknya. Ia pun memelukku dgn mesra, seolah kami merupakan suami istri yg saling memiliki.

Sejak kejadian itu kami jarang ketemu apalagi ngobrol, karna Mb Radmila sudah lulus kursus, apalagi setelah Mb Radmila mulai kerja, sementara aqu disibukkan dgn urusan kuliah dan pekerjaan, praktis kami tidak sempat ketemu lagi.

Pengalamanku dgn Mb Radmila membuat aqu sering tergoda jika melihat ibu-ibu seksi. Aqu ingin pengalamanku terulang, tapi tidak bisa.

Mb Radmila sudah pindah menempati rumah sendiri bersama suaminya yg kebetulan belum ada jaringan telepon. Aqu ingin nekat ke rumahnya, namun tidak berani, malu kalo tidak ada alasan yg jelas.

Suatu saat tanpa diduga aqu bertemu dgn suami Mb Radmila, kami ngobrol dan dgn basa-basi kutanyakan apa sudah ada jaringan telepon di rumahnya, ternyata sudah ada dan di rumahnya juga sudah dipasang. Dgn berbekal nomor yg dikasihkan, aqu mencoba menghubungi Mb Radmila, berdebar juga rasanya jantung ini.

“Hallooo”, terdengar suara yg sudah saya kenal baik itu.

“Ini Mb Radmila, yaa?”, tanyaqu. “Och…, Mas Feby toch”, sahut Mb Radmila dgn nadanya yg renyah.

Kami ngobrol lama, aqu gunakan kesempatan ini untuk membangkitkan kenangan masa lalu. Aqu rayu dia, supaya sewaktu-waktu ada kesempatan kami bisa mengulang masa laqu kami.

Namun sayg Mb Radmila mengaqu sudah insaf dan dulu merupakan kekhilafan yg jangan sampe diulang. Akhirnya aqu menyerah, tapi sudah kepalang basah, aqu menceritakan terus terang dan minta tolong pada Mb Radmila.

“Mb, kalo toch Mb Radmila nggak mau lagi, baiklah nggak apa-apa, tapi aqu minta tolong…, tolong bantu aqu Mb!” “Apa yg bisa ku bantu Masss!”

“Begini Mb.., terus terang sejak kejadian itu, aqu sering melamun dan sering tergoda jika melihat ibu-ibu yg kelihatan seksi, aqu akhirnya hanya bisa menahan dan kalo toch terpaksa kuambil sabun dan main sendiri.

Mb tolonglah aqu…, jika Mb punya kenalan yg kebetulan kesepian dan menginginkan kenikmatan, kenalkan padaqu yaach, aqu ingin memberikan kenikmatan seperti yg pernah aqu berikan kepada Mb Radmila”.

“Mas, kok jadi begini…, tapi yach, akan aqu usahakan, tapi aqu nggak berani menjanjikan lho!”

Sampe skrng Mb Radmila tidak pernah memberi kabar. Aqu juga tahu diri mungkin Mb Radmila tidak setuju apa yg akan aqu perbuat, sehingga dia tidak pernah memberi kabar apapun.

Akhirnya aqupun sampe skrng tidak pernah menghubungi lagi Mb Radmila.Namun aqu masih tetap mengharap menemukan Mb Radmila yg lain.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*