Kelakuan Guru Tak Bermoral | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Guru » Kelakuan Guru Tak Bermoral

Kelakuan Guru Tak Bermoral

VIMAX Vimax

Cerita Mesum antara Guru dan Murid, Cerita Sex Ngentot Murid – Pengalaman pertamaku dan aku berbagi pada kalian pembaca cerita sex dewasa di bawah ini, perkenalkan namaku Tutti maafkan jika nanti kalau alur atau ceritanya agak sedikit berantakan soalnya juga pertama kali aqu nulis beginian, secara singkat aku mempunyai postur tubuh yang bisa di kata lumayan seksi dengan tinggi 164 cm berat badan 47 kg dengan body yang seksi terlihat toketku yang besar.

Lumayan semok juga di bagian belakangku aku mempunyai pantat yang kenyal banyak yang ngira kalau aku seperti bintang porn jepang, Sejak kecil aqu rajin berolahraga, seperti senam-senam sendiri di kamar dan sering sekali membantu ibuku beres-beres rumah sehingga tubuhku terlihat kencang dan padat. Namun aqu tipe cewek yang konservatif, jarang memakai pakaian yang ketat, dan memakai kacamata minus satu, rambut aqu kuncir di belakang, sehingga tampaknya tak terlalu banyak cowok yang mendekatiku.

Cerita Mesum: Kelakuan Guru Tak Bermoral

cerita sex dewasa guru murid, cerita ngetu memek murid, cerita ngentot memek murid, cerita guru cabul, cerita mesum bergambar pelajar, cerita sex terbaru, cerita sex terbaru Pelajar, cerita sex hot Pelajar, cerita sex foto Pelajar, cerita sex mesum pelajar

Sex Kelakuan Guru Tak Bermoral

Walaupun saat memakai kaos olahraga pada waktu SMA, para cowok selalu menatap buah dadaqu yang menonjol dgn penuh nafsu, sikap dinginku sering membuat mereka malas melaqukan pendekatan terhadapku. Aqu kehilangan keperawananku saat SMA kelas 2, berumur 17 tahun oleh pacarku, yang juga WNI keturunan dan merupakan temen kuliah kakak lakiku.

Sebetulnya aqu tak berniat pacaran saat itu, namun karena ia sering datang ke rumah dan bercengkerama dgn aqu dan kakakku, lama kelamaan kami saling menyukai. Itu merupakan pengalaman pertamaqu berpacaran dan karena masih sangat lugu, aqu gampang dirayu sehingga mahkotaqu direnggutnya.

cerita sex dewasa guru murid, cerita ngetu memek murid, cerita ngentot memek murid, cerita guru cabul, cerita mesum bergambar pelajar, cerita sex terbaru, cerita sex terbaru Pelajar, cerita sex hot Pelajar, cerita sex foto Pelajar, cerita sex mesum pelajar

Mesum Kelakuan Guru Tak Bermoral

Kemudian selama hampir 3 bulan bermain seks dgn pacarku, aqu tak terlalu menikmatinya, bahkan terkadang sedikit kesakitan saat aqu digaulinya. Mungkin karena ia juga tak terlalu berpengalaman Setelah putus karena pacarku kepergok kakakku berselingkuh, aqu kembali bersikap dingin terhadap cowok. Aqu pikir apa enaknya orang pacaran dan ngeseks, ya gitu-gitu aja, tak seperti yang kudengar dari temen-temen cewekku saat kami bergosip.

Aqu baru mulai menikmati sampai terjadi peristiwa yang akan kuceritakan di bawah ini. Saat itu aqu duduk di kelas 3 SMA, cawu 1, sudah putus dgn pacar, dan berkonsentrasi untuk kelulusan. Tinggi, berat dan perawakanku hanya terpaut sedikit sekali dgn aqu yang sekarang, dan ukuran toketqu juga sudah 38C pada waktu itu.

cerita sex dewasa guru murid, cerita ngetu memek murid, cerita ngentot memek murid, cerita guru cabul, cerita mesum bergambar pelajar, cerita sex terbaru, cerita sex terbaru Pelajar, cerita sex hot Pelajar, cerita sex foto Pelajar, cerita sex mesum pelajar

Dewasa Kelakuan Guru Tak Bermoral

Aqu tergolong murid yang rajin dan nilainya cukup baik, namun pada mata pelajaran eksakta seperti matematika, kimia dan fisika, aqu sering kesulitan sampai terkadang stres. www.tempatceritasex.com ,Tapi karena dorongan keluargaqu yang pas-pasan, aqu memilih jurusan IPA karena aqu beranggapan jika memilih kuliah seperti di jurusan teknik maka nantinya akan mendapat gaji lumayan bila sudah bekerja.

Dan salah satu kekhawatiranku terbukti, dgn nilai2 ulangan kimiaqu super jeblok. Aqu khawatir tak lulus, sehingga pada suatu siang sepulang sekolah, aqu memberanikan diri menemui Pak Fredo, guru kimiaqu yg juga sekaligus wali kelasku.

cerita sex dewasa guru murid, cerita ngetu memek murid, cerita ngentot memek murid, cerita guru cabul, cerita mesum bergambar pelajar, cerita sex terbaru, cerita sex terbaru Pelajar, cerita sex hot Pelajar, cerita sex foto Pelajar, cerita sex mesum pelajar

Ngentot Kelakuan Guru Tak Bermoral

Pak Fredo berusia 50 tahunan, dari suku Jawa, tingginya sekitar 170-an, dgn perawakan besar dan hitam, wajahnya agak sadis dan tegas, terkenal sebagai guru “killer”, namun kata temen-temen orangnya baik bila ada murid yang minta bantuan. Pak Fredo telah selesai mengajar di satu kelas dan sedang memberes-bereskan barangnya saat kutemui.

“Pak Fredo, boleh saya bicara sebentar,” kataqu. Pak Fredo hanya melihat sepintas ke arahku, sebelum menjawab cepat dgn nada sedikit membentak,

“Ada apa?” Aqu mulai menjelaskan permasalahanku dan kekhawatiranku. Aqu menyampaikan bahwa aqu berniat meminta tugas-tugas tambahan untuk mendongkrak nilaiku. Tapi Pak Fredo menolaknya dan menawarkan les privat seminggu dua kali di rumahnya.

Aqu langsung menyetujuinya tanpa berpikiran apa-apa.

“Ok, nanti sore kamu ke rumah saya jam 4,” ujar Pak Fredo dgn nada memerintah.

“Baik Pak, saya bisa, terima kasih,” jawabku sambil pamit pulang.

Tepat jam 4 setelah naik kendaraan umum aqu tiba di rumah Pak Fredo yang berlokasi di perumahan cukup elit, baru dibangun dan sepi.

Kabarnya Pak Fredo memiliki pekerjaan lain yang cukup memadai, sehingga meskipun guru tapi rumahnya bagus. Setelah melepas sandal dan masuk ke ruang tamu di rumahnya, aqu dipersilahkan duduk di sebuah sofa yang besar dan empuk.

“Rumahnya bagus juga, tapi kok sepi ya,” pikirku.

Aqu beranikan diri bertanya, “sendirian di sini Pak?” “Iya, memangnya kenapa?” jawabnya dgn sedikit gusar.

“Oh gak apa-apa Pak,” kataqu. Pak Fredo kemudian menjelaskan bahwa anak-anaknya kuliah di luar kota, dan istrinya kerja sebagai suster dari sore sampe malam di sebuah rumah sakit. Sore itu aqu memakai pakaian yang biasa kukenakan. Kemeja berkancing yang agak kebesaran, untuk menutupi menonjolnya toketqu, serta celana jins yg tak terlalu ketat, tentu tak lupa juga BH dan celana dalam.

Sementara Pak Fredo tampak santai, memakai kaos berlengan dan celana panjang biasa. Pak Fredo langsung duduk di sebelahku, dan menjelaskan kondisiku. Dgn jebloknya nilai ulangan-ulanganku, mulai sekarang aqu harus berusaha sangat keras supaya bisa lulus.

“Kamu mengerti situasimu kan?” tanya Pak Fredo. Aqu langsung mengiyakan. Pak Fredo meneruskan,

“Kalo gitu, kamu harus sering-sering nurut sama Bpk, mengerti Tutti?” Aqu mengiyakan lagi tanpa berpikiran macam-macam.

Tiba-tiba Pak Fredo langsung menubrukku dari samping dan menindih tubuhku di bawah tubuhnya yg besar dan wajah kami saling berhadapan dekat sekali.

Tepat saat aqu mau menjerit dan memberontak, Pak Fredo langsung membungkam mulutku dgn tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegangi kedua pergelangan tanganku sekaligus di atas kepalaqu.

Aqu berusaha keras memberontak dan menjerit, namun cengkeraman Pak Fredo terlalu kuat. Aqu sangat taqut pada saat itu melihat pandangan Pak Fredo yang berubah menjadi penuh nafsu, dan aqu hanya bisa memelas lewat tatapan mataqu. Pak Fredo mulai tersenyum dan terkekeh-kekeh.

“Tenang saja Tutti, sebaiknya kamu santai saja. Sudah lama Bpk ingin memerkosamu, tak disangka hari ini kamu menyerahkan diri,” ujarnya sambil tertawa keras selagi tetap memegangi mulut dan kedua tanganku.

“Kamu nggak usah macam-macam, layani saja Bpk, maka kamu nggak perlu mengkhawatirkan nilai-nilaimu yang jeblok itu. Kalo sampai kamu menjerit atau berontak terlalu keras, maka Bpk jamin kamu tak akan lulus, ok?” tambahnya lagi.

Saat itu aqu sungguh-sungguh tak tahu harus berbuat apa karena belum pernah menghadapi situasi seperti ini dalam hidupku. Tiba-tiba Pak Fredo dgn cepat melepas kacamataqu dan menaruhnya di meja sebelah.

Kemudian tangan kirinya menarik rambutku dan menciumi bibirku yang mungil dgn kasar, sementara tangan kanannya meremas-remas toketqu yang sebelah kiri dgn gemasnya sehingga kemejaqu mulai awut-awutan.

Karena kedua tanganku sudah tak dipegangi lagi, sempat terlintas di pikiranku untuk memukuli Pak Fredo, namun ancaman tak lulus membuatku sangat taqut dan tak berani melaqukannya. Aqu hanya berusaha melepaskan diri namun sia-sia saja.

Kemudian Pak Fredo melepaskan ciumannya, dan kedua tangannya dgn segera memreteli kancing kemejaqu satu-persatu. Aqu mulai menangis dan memohon untuk dilepaskan, tapi Pak Fredo tak menghiraukan. Dgn kasar ia menyingkirkan kemejaqu dan melemparkannya ke lantai.

Setelah itu Pak Fredo dgn paksa melucuti celana jinsku. Tubuhku hanya tertutupi BH dan celana dalam saja, buah dadaqu yang berukuran 38C terlihat sangat menonjol. Sekali lagi aqu diterkamnya sehingga hanya bisa berbaring pasrah di sofa yang besar dan empuk itu.

Pak Fredo kembali menciumi bibirku sementara kedua tangannya dgn ganas meremas-remas buah dadaqu. Aqu selalu mencoba menghindari ciuman Pak Fredo, tapi remasan-remasan tangannya pada toketqu, yang harus kuaqui memang sangat sensitif, membuatku sedikit demi sedikit mulai terangsang.

Tapi karena aqu bukan cewek gampangan, tetap saja aqu berusaha memberontak. Ironis memang, dalam hati aqu berusaha melawan namun tubuhku berkata lain menghadapi serangan-serangan Pak Fredo.

Beberapa saat Pak Fredo terus menciumi bibirku dan meremas-remas toketqu dgn penuh nafsu. Nafasku mulai berat dan saat itu terus terang aqu terpaksa pasrah saja. Hanya sesekali aqu memelas untuk dilepaskan.

“Jangan Pak, tolong Pak,” rintihku. Pak Fredo menyadari perlawananku yang melemah, kemudian dgn cepat sedikit mengangkat punggungku dan melepas tali pengait BH-ku. BH-ku kemudian dilemparkannya.

Aqu berusaha menutupi buah dadaqu dgn lemah namun Pak Fredo mencengkeram kedua pergelangan tanganku dan melebarkannya. Terpampang jelas buah dadaqu yang besar, putih mulus, sangat padat, montok dan membusung tegak itu. Serta juga putingku yang berwarna merah muda, kecil namun runcing itu.

Pak Fredo memandangi semua itu dgn mata terbelalak, wajahnya yang menurutku sangat jelek itu menunjukkan kegembiraan seperti baru menang lotere. “Akhirnya kesampaian juga, impian Bpk melihat gunung kembarmu yg indah ini.

Putih banget dan besar lagi! Mm.. 38C ya? Tadi Bpk lihat ukuran BH kamu. Kenapa nggak sejak dulu kamu tunjukkan Bpk? Putingmu juga seksi sekali. Pas banget rasanya! Ha.. ha.. ha..”, ujarnya santai sambil matanya tak pernah lepas dari toketqu.

Aqu rasanya mau menangis keras-keras, tapi ketaqutanku sekali lagi menyebabkanku pasrah saja. Setelah melepas kedua pergelangan tanganku, Pak Fredo memulai serangannya di toketqu yang sudah tak tertutupi apa-apa lagi.

Kedua telapak tangannya yang hitam dan kuat itu meremas-remas toketqu yang putih mulus dgn kasar tapi tak bermaksud melukaiku, sambil matanya yg sadis itu melihat reaksi wajahku. Kontras sekali kasarnya telapak tangan Pak Fredo yang hitam pada kulit buah dadaqu yang putih, mulus dan sangat sensitif itu.

Meskipun tetap berusaha menjaga harga diriku dgn memohon-mohon kecil untuk dilepaskan, permainan tangan Pak Fredo benar-benar membuatku lupa diri, dan Pak Fredo tahu benar dari ekspresi wajahku yang mulai menikmati.

Pak Fredo mendekatkan mulutnya ke toketqu dan menjilati kedua putingku bergantian dgn liarnya selagi tangannya tak pernah berhenti meremas-remas gunung kembarku. Aqu mulai melenguh keenakan dan Pak Fredo bertambah semangat.

Disedotnya salah satu putingku dgn kuat, secara otomatis aqu menjerit terangsang sedikit keras. Kulihat Pak Fredo tersenyum bangga melihat responku, dan serangannya makin ganas. Kedua putingku yang sudah keras dan tegang sekali bergantian disedotnya.

Kemudian Pak Fredo menjilati kedua buah dadaqu dgn terampilnya. Lidahnya yang panjang itu seperti kehausan menyapu setiap sentimeter dari toketqu dan putingku. Tangannya tetap ganas meremas-remas, dan Pak Fredo bergantian mencoba ‘melahap’ masing-masing toketqu menggunakan mulut dan bibirnya, sementara lidahnya beraksi dgn membuat lingkaran-lingkaran kecil di putingku dan sekitarnya.

Tak lupa juga digigit-gigit kecil masing-masing toketqu, membuatku hanya bisa merem melek dan mendesah-desah terangsang. Saat itu barulah aqu menyadari bahwa aqu 100% takluk terhadap Pak Fredo. Belum pernah aqu dibuat senikmat ini, pacarku yang dulu sama sekali tak berpengalaman dalam ‘foreplay’ seperti yang dilaqukan Pak Fredo ini.

“Mm.. Pak.. oh..,” rintihku berulang kali saat itu. Cukup lama Pak Fredo memberikan serangan-serangan dashyat terhadap kedua toket dan putingku menggunakan telapak tangan, bibir dan lidahnya itu.

Tiba-tiba saja aqu menjerit cukup keras dan liar. Aqu baru menyadari inilah orgasme terhebat yang pernah kurasakan. Tubuhku yang berkeringat itu sedikit terguncang-guncang dalam cengkeraman Pak Fredo.

Celana dalamku terasa sangat basah oleh cairan mekiku. Saat aqu orgasme, Pak Fredo menyedoti kedua putingku bergantian dan meremas-remas gunung kembarku dgn lebih kuat. Jeritanku bertambah keras dan liar karena merasakan kenikmatan yang amat sangat.

Untuk beberapa saat orgasmeku berlangsung, dan selama itu pula Pak Fredo tak pernah menghentikan serangannya terhadap kedua toket dan putingku yang super sensitif. Akhirnya orgasmeku usai, dan aqu hanya bisa berbaring dgn nafas amat berat dan tersengal-sengal.

“Gila bener kamu Tutti, padahal cuma Bpk mainin buah dada dan puting kamu, ternyata kamu udah orgasme segini hebatnya. Maniak juga kamu ya!” kata Pak Fredo dgn gembira dan bangga. Aqu tersenyum malu dan wajahku memerah mendengar kata ‘maniak’. Senyuman Pak Fredo bertambah lebar melihat ekspresi wajahku.

“Kamu bener-bener menggemaskan dan seksi abis!” katanya lagi. Kemudian Pak Fredo merangkulku dgn lembut dalam posisi tubuhku masih dibawahnya, keringatku jelas menempel di kaos dan celana panjang Pak Fredo. Aqu ingin membalas hangatnya rangkulan Pak Fredo, tapi berhubung masih ‘bau kencur’ dalam urusan seks, aqu malu-malu dan hanya diam saja, tapi hatiku berdebar-debar dan ekspresi wajahku menunjukkan kegembiraan.

Pak Fredo mulai bercerita bahwa sudah sejak aqu kelas satu ia mengincarku saat melihat aqu dalam pelajaran olahraga memakai kaos. Katanya meskipun aqu tampak berusaha menggunakan kaos yang agak kelonggaran, ia tahu bahwa toketqu sangat besar, apalagi porsi tubuhku bisa dibilang agak kurus. Penantian hampir dua tahun tak sia-sia katanya. Aqu sekali lagi hanya bisa tersenyum-senyum kecil dan malu.

Pak Fredo juga menambahkan bahwa ia tak pernah melaqukan ‘pemaksaan’ seperti ini terhadap siswi-siswi lainnya. Ia mengaqu amat sangat tak tahan memikirkan kedua buah dadaqu ini. Sejak istrinya menopause juga dua tahun yang lalu itu, bayangan sepasang buah dadaqu selalu menjadi inspirasi onaninya yang hampir setiap hari katanya.

Aqu tambah malu rasanya, tapi tak bisa menyembunyikan senyumku. Dalam hati aqu berpikir, meskipun wajah Pak Fredo tak tampan, sejak itu aqu mulai menyukai wali kelasku sendiri itu. Pak Fredo sempat bertanya apakah aqu pernah berhubungan seks.

Aqu menjawab bahwa pernah beberapa kali dgn mantan pacarku, tapi aqu dgn wajah memerah mengaqu belum pernah merasa senikmat ini, bahkan hanya sesekali orgasme dgn mantanku itu. Mungkin ia nggak berpengalaman Pak, kataqu.

Pak Fredo langsung tersenyum lebar, dan mengutarakan kebanggaannya menjadi orang pertama yang bisa memuaskanku dgn amat sangat. Pak Fredo juga memberitahuku bahwa rumahnya selalu sepi seperti ini, istrinya berangkat kerja dari jam 3 sore sampai sekitar 11 malam, dan sebetulnya tetangga-tetangga sebelah pada perumahan cukup elit seperti ini tak peduli satu sama lain.

Sehingga walaupun aqu menjerit-jerit tak akan ketahuan, apalagi tembok-tembok rumah Pak Fredo sangat tebal dan kokoh. Saat itu pukul 4:30, udah setengah jam aqu di rumah Pak Fredo. “Tutti, kamu bisa pulang malam kan?” tanya Pak Fredo. “Ya.. bisa aja Pak, tapi jangan sampai kemaleman Pak, nanti ortuku bingung,” jawabku. “Tenang aja, kamu nanti tak antar pulang kalo Bpk udah puas. End : cerita sex dewasa guru murid, cerita ngetu memek murid, cerita ngentot memek murid, cerita guru cabul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*