Memancing Gairah Seksual Birahi | Tempat Cerita Sex
Home » Kisah Bokep Ngentot » Memancing Gairah Seksual Birahi

Memancing Gairah Seksual Birahi

VIMAX Vimax

Cerita dewasa kali ini terjadi dalam kisaran bulan yang lalu tepatnya saat saya sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, mungkin faktor terlalu lelah juga dapat aku mengidap penyakit tipes, dan diharuskan untuk menginap di rumah sakit karena orangtuaku juga orangnya pada sibuk, saya sering menghabiskan di kamar pasien sendiri kadang pula teman teman menjengukku.

Sudah cukup enakan tubuhku sekarang dapat apa apa sendiri , waktu masuk pertama kali saya tak dapat apa apa , hanya berbaring dan tak dapat berdiri, walau ruanganku juga saya sendiri tapi udara di dalam sangatlah panas padahal juga sudah ada AC , mungkin efek dari saya gak pernah mandi dan terasa lengket di badan.

Cerita Sex Terbaru Memancing Gairah Seksual Birahi

cerita sex memancing gairah lelaki, cerita mesum memancaing gairah bercinta, cerita seks memancing gairah, cerita mesum sama suster, cerita panas aku dan suster, cerita suster sange cantik, cerita ngentot memek suster, suster sange indonesia, cerita kentu suster sange, cerita diperkosan oleh suster, cerita seks memuaskan hasrat suster, cerita dewasa suster sange berat

Alhasil saya menekan bel yg berada disamping tempat tidurku untuk memanggil suster. Tak lama kemudian, seorang suster yg kuanggap paling cantik & paling baik dimataku itu masuk ke kamarku. “Ada apa Mas?” tanyanya ramah sambil tersenyum, manis sekali.

Tubuhnya yg sintal & agak membungkuk sambil memeriksa suhu tubuhku membuat saya dapat memandang bentuk toketnya yg terlihat montok & menggiurkan. “Eh, ini Sus… saya merasa tubuhku lengket semua, mungkin karna cuaca hari ini panas banget & udah lama saya tak mandi. Jadi saya mau tanya, apakah saya udah boleh mandi hari ini sus?”, tanyaku sambil menjelaskan panjang lebar.

Aku memang senang berbincang dgn suster cantik yg satu ini. Ia masih muda, paling tak hanya lebih tua 1-2 tahun dari usiaku saat itu. Wajahnya yg khas itupun terlihat sangat cantik, seperti orang Pakistan jikalau dilihat sekilas. “Oh, begitu.

Tetapi saya tak berani kasih jawabannya sekarang Mas. saya musti tanya dulu sama pak dokter apa mas udah boleh dimandiin apa belum”, jelasnya ramah.

Mendengar kalimatnya untuk “memandikan”, saya merasa darahku seolah berdesir keatas otak semua. Pikiran kotorku membayangkan seandainya benar Suster itu mau memandikan & menggosok-gosok sekujur tubuhku.

Tanpa sadar saya terbengong sebentar, & batang penisku berdiri dibalik celana pasien rumah sakit yg tipis itu. “Ihh, mas nakal deh mikirnya. Kok pake tegang segala sih, pasti mikir yg ngga-ngga ya. hi hi hi”.

Suster tsb rupanya memandang reaksi yg terjadi pada penisku yg memang harus kuakui sempat mengeras sekali tadi. saya hanya tersenyum menahan malu & menutup bagian bawah tubuhku dgn selimut.

“Ngga kok Sus, hanya spontanitas aja. Ngga mikir macem-macem kok”, elakku sambil memandang senyumannya yg semakin manis itu.

“Hmm, jikalau memang mas merasa gerah karna ba& terasa lengket saya dapat mandiin koq, kan itu udah kewajiban kerja disini.

Tetapi saya bener-bener ngga berani jikalau pak dokter belum mengijinkannya”, lanjut Suster lagi seolah memancing gairahku.

“Ngga apa-apa kok sus, saya tahu suster ngga boleh sembarangan ambil keputusan” jawabku serius, saya tak mau terlihat “nakal” dihadapan suster cantik ini. Suster tsb masih tersenyum seolah menyimpan hasrat tertentu, kemudian ia mengambil bedak Purol yg ada diatas meja disamping tempat tidurku.

“Mas, saya bedakin aja yah biar ngga gerah & terasa lengket”, lanjutnya sambil membuka tutup bedak itu & melumuri telapak tangannya dgn bedak.

Aku tak dapat menjawab, jantungku rasanya berdebar kencang.

Tahu-tahu, ia udah membuka kancing pakaianku & menyingkap bajuku. saya tak menolak, karna dibedakin juga dapat membantu menghilangkan rasa gerah pikirku saat itu. Suster itu kemudian menyuruhku membalikkan badan, sehingga sekarang saya dalam keadaan tengkurap diatas tempat tidur.

Tangannya mulai terasa melumuri punggungku dgn bedak, terasa sejuk & halus sekali. Pikiranku tak dapat terkontrol, sejak dirumah sakit, memang udah lama saya tak membayangkan hal-hal tentang seks. Penisku benar-benar berdiri & mengeras tertimpa oleh tubuhku sendiri yg dalam keadaan tenglungkup.

Rasanya ingin kugesek-gesekkan penisku di permukaan ranjang, tetapi tak mungkin kulakukan karna ada suster tsb saat itu. Fantasiku melayg jauh, apalagi sesekali tangannya yg mungil itu meremas pundakku seperti sedang memijat. Terasa ada cairan bening mengalir dari ujung penisku karna terangsang.

Beberapa saat kemudian suster tsb menyuruhku membalikkan badan. saya merasa canggung bukan main, karna takut ia kembali memandang penisku yg ereksi. “Iya Sus..”, jawabku sambil berusaha menenangkan diri, sayapun membalikkan tubuhku.

Kini kupandangi wajahnya yg berada begitu dekat dgnku, rasanya dapat kurasakan hembusan nafasnya dibalik hidung mancungnya itu. Kucoba menekan perasaan & pikiran kotorku dgn memejamkan mata.

Sekarang tangannya mulai membedaki dadaku, jantungku kutahan sekuat mungkin agar tak berdegup terlalu kencang. saya benar-benar terangsang sekali, apalagi saat beberapa kali telapak tangannya menyentuh putingku.

“Ahh, geli & enak banget”, pikirku. “Wah, kok jadi keras ya? he he he”, saya kaget mendengar ucapannya ini. “Ini loh, putingnya jadi keras.. mas terangsang ya?”

Mendengar ucapannya yg begitu vulgar, saya benar-benar terangsang. Penisku langsung berdiri kembali bahkan lebih keras dari sebelumnya. Tetapi saya tak berani berbuat apa-apa, hanya berharap ia tak memandang kearah penisku.

Aku hanya tersenyum & tak bicara apa-apa. Rupanya suster itu semakin berani, ia sekarang bukan lagi membedaki tubuhku, melainkan memainkan putingku dgn jari telunjuknya. Diputar-putar & sesekali dicubitnya putingku.

“Ahh, geli Sus… Jangan digituin”, kataku menahan malu. “Kenapa? Rupanya cowok dapat terangsang juga yah jikalau putingnya dimainkan gini”, lanjutnya sambil melepas jari-jari nakalnya.

cerita sex memancing gairah lelaki, cerita mesum memancaing gairah bercinta, cerita seks memancing gairah, cerita mesum sama suster, cerita panas aku dan suster, cerita suster sange cantik, cerita ngentot memek suster, suster sange indonesia, cerita kentu suster sange, cerita diperkosan oleh suster, cerita seks memuaskan hasrat suster, cerita dewasa suster sange berat

Aku benar-benar kehabisan kata-kata, dilema kurasakan. Disatu sisi saya ingin terus di”kerjain” oleh suster itu, satu sisi saya merasa malu & takut ketahuan orang lain yg mungkin saja tiba-tiba masuk.
“Mas udah punya pacar?”, tanya suster itu kepadaku.

“Belum Sus….”, jawabku berdebar, karna membayangkan ke arah mana ia akan berbicara. “Mas, pernah main sama cewek ngga?”, tanyanya lagi. “Belum Sus…” jawabku lagi walau berbohong. “hi.. hi.. hi.. masa ngga pernah main sama cewek sih”, lanjutnya centil.

Aduh pikirku, betapa bodohnya saya dapat sampai terjebak olehnya. Memangnya “main” apaan yg saya pikirkan barusan. Pasti ia berpikir saya benar-benar “nakal” pikirku saat itu.

“Pantes deh, mas dari tadi saya perhatiin tegang terus, mas mau main-main sama saya ya?

Wow, nafsuku langsung bergolak. saya hanya terbengong-bengong. Belum sempat saya menjawab, Ia udah memulai aksinya. Dicumbuinya dadaku, diendus & ditiup-tiupnya putingku. Terasa sejuk & geli sekali, kemudian dijilatnya putingku, & dihisap sambil memainkan putingku didalam mulutnya dgn lidah & gigi-gigi kecilnya.

“Ahh, geli Sus”m rintihku keenakan. Kemudian ia menciumi leherku, telingaku, & alhasil mulutku. Awalnya saya hanya diam saja tak dapat apa-apa, setelah beberapa saat saya mulai berani membalas ciumannya.

Saat lidahnya memaksa masuk & menggelitik langit-langit mulutku, terasa sangat geli & enak, kubalas dgn memelintir lidahnya dgn lidahku. Kuhisap lidahnya dalam-dalam & mengulum lidahnya yg basah itu.

Sesekali saya mendorong lidahku kedalam mulutnya & terhisap oleh mulutnya yg merah tipis itu. Tanganku mulai berani, mulai kuraba pinggulnya yg montok itu. Tetapi, saat saya mencoba menyingkap rok seragam susternya itu, ia melepaskan diri. “Jangan di sini Mas, ntar jikalau ada yg tiba-tiba masuk dapat gawat”, katanya.

Tanpa menunggu jawabanku, ia langsung menuntunku turun dari tempat tidur & berjalan masuk ke kamar mandi yg terletak dipojok kamar.

Di dalam kamar mandi, dikuncinya pintu kamar mandi. Kemudian ia menghidupkan kran bak mandi sehingga suara deru air agak merisik dalam ruang kecil itu. Tangannya dgn tangkas menanggalkan semua pakaian & celanaku sampai saya telangjang bulat.

Kemudian ia sendiripun melepas topi susternya, digantungnya di balik pintu, & melepas beberapa kancing seragamnya sehingga saya sekarang dapat memandang bentuk sempurna toketnya yg kuning langsat dibalik Bra-nya yg berwarna hitam. Kami pun melanjutkan cumbuan kami, kali ini lebih panas & bernafsu.

Sebentar saja udah banyak jurus yg kepelajari darinya dalam berciuman. Kulumat bibirnya dgn bernafsu. Penisku yg berdiri tegak kudekatkan kepahanya & kugesek-gesekkan. Ahh enak sekali. Tanganku pun makin nekat meremas & membuka Bra-nya.

Kini ia udah bertelanjang dada dihadapanku, kuciumi puting susunya, kuhisap & memainkannya dgn lidah & sesekali menggigitnya. “Yes, enak.. ouh geli mas, ah.. pinter banget sih”, desahnya seolah geram sambil meremas rambutku & membenamkannya ke dadanya.

Kini tangannya mulai meraih penisku, digenggamnya. Tersentak saya dibuatnya. Genggamannya begitu erat, tetapi terasa hangat & nikmat. saya pun melepas kulumanku di putingnya, kini kududuk diatas closet sambil membiarkan Ia memainkan penisku dgn tangannya. Ia jongkok mengahadap selangkanganku, dikocoknya penisku pelan-pelan dgn kedua tangannya.

“Ahh, enak banget Sus.. asik.. ahh… ahh..”, desahku menahan agar tak menyemburkan spermaku cepat-cepat.

Baca Juga :

Kuremas toketnya saat ia terus mengocok penisku, sekarang kulihat ia mulai menyelipkan tangan kirinya diselangkannya sendiri, digosok-gosoknya tangannya ke arah vaginanya sendiri. Memandang aksinya itu saya benar-benar terangsang sekali. Kujulurkan kakiku & ikut memainkan vaginanya dgn jempol kakiku.

Rupanya ia tak mengelak, ia malah melepas celana dalamnya & berjongkok tepat diatas posisi kakiku. Kami saling melayani, tangannya mengocok penisku pelan sambil melumurinya dgn ludahnya sehingga makin licin & basah, sementara saya sibuk menggelitik vaginanya yg ditumbuhi bulu-bulu keriting itu dgn kakiku.

Terasa basah & sedikit becek, padahal saya hanya menggosok-gosok saja dgn jempol kaki. “Yes.. ah.. nakal banget kamu Mas. em, em, eh.. enak banget”, desahnya keras.

Tetapi suara cipratan air bak begitu keras sehingga saya tak khawatir didengar orang. saya juga membalas desahannya dgn keras juga.

“Sus…, sedotin penis saya dong.. please.. saya kepingin banget”, pintaku karna memang udah dari tadi saya mengharapkan sedotan mulutnya di penisku seperti adegan film BF yg biasa kutonton.

“Ih.. mas nakal yah”, jawabnya sambil tersenyum.

Tetapi rupanya ia tak menolak, ia mulai menjilati kepala penisku yg udah licin oleh cairan pelumas & air ludahnya itu. saya hanya dapat menahan nafas, sesaat gerakan jempol kakiku terhenti menahan kenikmatan yg sama sekali belum pernah kurasakan sebelumnya.

& tiba-tiba ia memasukkan penisku ke dalam mulutnya yg terbuka lebar, kemudian dikatupnya mulutnya sehingga kini penisku terjepit dalam mulutnya, disedotnya sedikit batang penisku sehingga saya merasa sekujur tubuhku serasa mengejang, kemudian ditariknya penisku keluar.

“Ahh.. ahh..”, saya mendesah keenakkan setiap kali tarikan tangannya & mulutnya untuk mengeluarkan penisku dari jepitan bibirnya yg manis itu.

Kupegang kepalanya untuk menahan gerakan tarikan kepalanya agar jangan terlalu cepat. Tetapi, sedotan & jilatannya sesekali disekeliling kepala penisku didalam mulutnya benar-benar terasa geli & nikmat sekali.

Tak sampai diulang 10 kali, tiba-tiba saya merasa getaran di sekujur batang penisku. Kutahan kepalanya agar penisku tetap berada dsidalam mulutnya. Seolah tahu bahwa saya akan segera “keluar”, ia menghisap semakin kencang, disedot & terus disedotnya penisku. Terasa agak perih, tetapi sangat enak sekali.

“AHH.. AHH.. Ahh.. ahh”, teriakku mendadak tersemprot cairan sperma yg sangat kental & banyak karna udah lama tak dikeluarkan itu kedalam mulutnya. Ia terus menghisap & menelan spermaku seolah menikmati cairan yg kutembakkan itu, matanya merem-melek seolah ikut merasakan kenikmatan yg kurasakan. Kubiarkan beberapa saat penisku dikulum & dijilatnya sampai bersih, sampai penisku melemas & lunglai, baru dilepaskannya sedotannya.

Sekarang ia duduk di dinding kamar mandi, masih mengenakan pakaian seragam dgn kancing & Bra terbuka, ia duduk & mengangkat roknya ke atas, sehingga kini vaginanya yg udah tak ditutupi CD itu terlihat jelas olehku.

Ia mebuka lebar pahanya, & digosok-gosoknya vaginanya dgn jari-jari mungilnya itu. saya hanya terbelalak & terus menikmati pemandangan langka & indah ini. Sungguh belum pernah saya memandang seorang wanita melakukan masturbasi dihadapanku secara langsung, apalagi wanita itu cantik & manis.

Sesaat kemudian penisku udah mulai berdiri lagi, kuremas & kukocok sendiri penisku sambil tetap duduk di atas toilet sambil memandang aktifitas “panas” yg dilakukannya.

Desahannya memenuhi ruang kamar mandi, diselingi deru air bak mandi sehingga desahan itu menggema & terdengar begitu menggoda. Saat memandang saya mulai ngaceng lagi & mulai mengocok penis sendiri, ia tampak semakin terangsang juga.

Tampak tangannya mulai menyelip sedikit masuk kedalam vaginanya, & digosoknya semakin cepat & cepat. Tangan satunya lagi memainkan puting susunya sendiri yg masih mengeras & terlihat makin mancung itu. “Ihh, kok ngaceng lagi sih.. belum puas ya..”, candanya sambil mendekati diriku.

Kembali digenggamnya penisku dgn menggunakan tangan yg tadi baru saja dipakai untuk memainkan vaginanya. Cairan vaginanya di tangan itu membuat penisku yg sedari tadi udah mulai kering dari air ludahnya, kini kembali basah.

Aku mencoba membungkukkan tubuhku untuk meraih vaginanya dgn jari-jari tanganku, tetapi ia menepisnya. “Ngga usah, biar cukup saya yg puasin mas.. hehehe”, agak kecewa saya mendengar tolakannya ini.

Mungkin ia khawatir saya memasukkan jari tanganku sehingga merusak selaput darahnya pikirku, sehingga saya hanya diam saja & kembali menikmati permainannya atas penisku untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 10 menit terakhir ini.

Kali ini saya bertahan cukup lama, air bak pun sampai penuh sementara kami masih asyik “bermain” di dalam sana. Dihisap, disedot, & sesekali dikocoknya penisku dgn cepat, benar-benar semua itu membuat tubuhku terasa letih & basah oleh peluh keringat.

Ia pun tampak letih, keringat menghisap penisku sampai pipinya terlihat kempot. Untuk beberapa saat kami berkonsentrasi dgn aktifitas ini. Ia sungguh hebat pikirku, ia mengulum penisku, tetapi ia juga sambil memainkan vaginanya sendiri. Setelah beberapa saat, ia melepaskan hisapannya.

Ia merintih, “Ah.. ahh.. ahh.. saya mau keluar mas, saya mau keluar”, teriaknya sambil mempercepat gosokan tangannya.

“Sini sus, saya mau menjilatnya”, jawabku spontan, karna teringat adegan film BF dimana pernah kulihat prianya menjilat vagina wanita yg sedang orgasme dgn bernafsu.

Ia pun berdiri di hadapanku, dicondongkannya vaginanya ke arah mulutku. “Nih.. cepet hisap mas, hisap..”, desahnya seolah memelas. Langsung kuhisap vaginanya dgn kuat, tanganku terus mengocok penisku. saya benar-benar menikmati pengalaman indah ini.

Beberapa saat kemudian kurasakan getaran hebat dari pinggul & vaginanya. Kepalaku dibenamkannya ke vaginanya sampai hidungku tergencet diantara bulu-bulu jembutnya. Kuhisap & kusedot sambil memainkan lidahku di seputar kelentitnya.

“Ahh.. ahh..”, desahnya disaat terakhir berbarengan dgn cairan hangat yg mengalir memenuhi hidung & mulutku, hampir muntah saya dibuatnya saking banyaknya cairan yg keluar & tercium bau amis itu.

Kepalaku pusing sesaat, tetapi rangsangan benar-benar kurasakan bagaikan gejolak panas, tak lama kemudian sayapun orgasme untuk kedua kalinya. Kali ini tak sebanyak yg pertama cairan yg keluar, tetapi benar-benar seperti membawaku terbang ke langit ke tujuh. Kami berdua mendesah panjang, & saling berpelukkan.

Ia duduk diatas pangkuanku, cairan vaginanya membasahi penisku yg udah lemas. Kami sempat berciuman beberapa saat & meninggalkan beberapa pesan untuk saling merahasiakan kejadian ini & membuat janji dilain waktu sebelum alhasil kami keluar dari kamar mandi. & semuanya masih dalam keadaan aman-aman saja. kisah mesum bersama tante bahenol

2 comments

  1. Buat cewek n tante yg suka sex, chat sex, video sex invite yuuuukkk DC32EE45 atau id line joeaja888.. Khusus cewek aja

  2. buat tante/cewek yg butuh temen ngobrol
    chatsex
    dll 5FF0CAA3
    no homo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*